SIGLI – Dalam rangka peringatan hari sumpah pemuda, sebanyak 9 personil tim ekspedisi, yang terdiri dari 6 pria dan 3 wanita, akan mengemban tugas mengibarkan bendera merah putih di puncak Apui, pengunungan Peut Sagoe, Gampong Pucok, Kecamatan Geumpang.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Pidie, Edy Saputra S.IP, MM, melepas Tim Ekspedisi Merah Putih Sumpah Pemuda tahun 2025, menuju puncak Gunung Apui Peut Sagoe. Pelepasan tim ekspedisi tersebut dilakukan di halaman kantor Disparpora Pidie, Rabu 15 Oktober 2025
Dikatakan Edy, tim akan mendirikan monumen puncak Apui dengan ketinggian 2424 Meter Diatas Permukaan Laut (Mdpl) serta mendata jalur resmi wisata pendakian gunung Peut Sagoe. Adapun estimasi waktu pelaksanaan selama 10 hari.
“Kegiatan ini merupakan kerjasama stake holder pemuda dan kepariwisataan dengan Pemerintah Kabupaten Pidie. Dengan tujuan utama memeriahkan peringatan hari sumpah pemuda dan pengembangan pariwisata alam di Pidie,” katanya.
Dijelaskan Edy, Pemuda Pidie, harus memiliki jiwa yang kuat dan kreatif dalam menghadapi kemajuan dewasa ini. Pihaknya juga siap mendukung karya pemuda Pidie yang siap bersinergi dengan visi misi pemerintah.
Diharapkan Edy, output dari Ekspedisi kali ini, Pemkab Pidie akan meresmikan jalur wisata alam gunung Peut Sagoe, sehingga para wisatawan nantinya dapat menggunakan jalur resmi tersebut jika ingin berkunjung ke Peut Sagoe.
“Kami ingin semua kalangan, baik wisatawan domestik dan mancanegara, dapat berkunjung ke Pidie. Peut Sagoe, diharapkan dapat menjadi ikon utama wisata pertualangan di Pidie, setelah arung jeram di Mane,” terang Edy.
Diketahui, Gunung Apui Peut Sagoe, memiliki ketinggian 2424 Mdpl dan merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Aceh dengan jarak tempuh pendakian 6-7 hari (estimasi waktu 10 hari) via Pucok dan 9 -12 hari via Blang Dalam, Mane.
Adapum tim ekspedisi, yakni Fitriani S.Pd, sebagai ketua tim, Fakhrurreza ST, sebagai Navigator, Indah Zahratul Faiza, Co-Navigator, Murizal sebagai Jejaker, Riski Saputra dan Rizal Rifky sebagai Leader pembuka jalur, sementara Yasir Fikram, sebagai medis.[Mul]










