NAGAN – Seorang warga Beutong, Nagan Raya bernama Edi Rasyid atau yang akrab disapa Yahfer, dapat ‘durian runtuh.’ Warga asal Desa Meunasah Teungoh, Kecamatan Beutong, kabupaten Nagan Raya, dikabarkan menemukan batu giok raksasa seberat 5000 ton dalam hutan Beutong.
Penemuan batu giok raksasa tersebut sudah ditemukan oleh warga sejak tahun 2013 silam, dan telah dilakukan pemotongan untuk pembuatan gelak dan aksesori giok.
“Saya menemukan batu giok ini sejak 2013 silam dan sudah pernah ambil bongkahannya dan pernah dipasarkan dengan di proses untuk pembuatan gelang batu giok Aceh,” ujar Edi Rasyid.
Yahfer berserta keponakan nya Reza Fahrizal yang merupakan pengolah atau penjual batu giok di Nagan raya menceritakan bahwasanya batu giok tersebut sudah pernah ditawarkan ke bupati Nagan Raya yang sebelumnya, untuk dapat lakukan pengolahan baik pembuatan keramik maupun lainnya sesuai dengan keperluan masjid giok Nagan Raya.
“Namun hasil diskusi dengan pihak atau staf bupati tidak menemukan titik hasil mengenai hasil temuan mereka yaitu batu giok raksasa yang diperkirakan mencapai 5000 Ton tersebut,” kata Reza Fahrizal yang sering disapa Toke Giok.
“Alhamdulillah berapa bulan yang lalu, saya melakukan diskusi dengan bupati baru Nagan Raya dan alhamdulillah dibalik diskusi tersebut dengan bapak Bupati Teuku Raja Keumangan, batu giok raksasa yang bahannya dapat menyelesaikan pembangunan mesjid giok Nagan Raya,” ujar Reza Fahrizal.
Menurutnya, selang beberapa hari setelah diskusi dengan bupati Nagan Raya, bupati langsung memerintahkan beberapa orang stafnya dan juga Kasatpol PP untuk melakukan pengecekan batu giok tersebut ke lokasi, yang kebetulan bupati saat itu berhalangan hadir pada kegiatan pengecekan batu tersebut.
Selang beberapa bulan, Bupati Nagan menghubungi kembali Reza Fahriza untuk menindak lanjuti ke lokasi batu giok raksasa tersebut.
“Alhamdulillah Kamis 23 Oktober 2025, bapak bupati berserta Forkopimda Nagan Raya telah hadir semuanya untuk mengecek lansung kualitas batu tersebut,” ujar Reza Fahrizal.
“Bupati hadir lansung untuk mengecek ke lokasi dan sangat senang dengan temuan tersebut. Ia mengatakan alhamdulillah batunya sangat besar dan memiliki ciri khas warna yang cukup menarik, ini sangat bagus bahannya untuk di proses pembuatan keramik atau ornamen masjid giok Nagan Raya.”
“Batu ini memiliki bahan yang sangat indah cocok untuk keramik warna hijau, dan juga untuk pembuatan aksesoris lainnya, ini merupakan anugrah tuhan yang mungkin tidak semua daerah di Indonesia bahkan dunia memiliki kekayaan alam seperti ini,” ujar Reza Fahrizal.










