Banda Aceh — Aceh Monolog Fest kembali digelar sebagai ruang ekspresi seni peran dan pertunjukan tunggal bagi para pelaku teater di Tanah Rencong.
Acara tahun ini berlangsung pada 13–14 Desember 2025 di Indoor Taman Seni dan Budaya Aceh, menghadirkan pementasan monolog dari sejumlah komunitas teater di Aceh, lokakarya, serta diskusi kreatif.
Pementasan monolog akan di sajikan oleh Teater Gemasastrin, Teater Rongsokan, Himpotea ISBI Aceh, KSTT (Komunitas Seni Tanda Tanya) , Komunitas Seni Kebas dan Sindikat Aktor Suara Tubuh.
Ketua Dewan Kesenian Banda Aceh yang juga seorang Dosen USK, Herman RN, menegaskan pentingnya penguasaan teknik dan kejujuran emosi dalam monolog.
“Monolog bukan sekadar berdiri dan berbicara di atas panggung. Ia adalah kerja menggali diri, mengolah emosi, dan menyampaikan pesan dengan ketepatan teknik,” ujar Herman RN.
Ia juga menyatakan optimisme terhadap perkembangan aktor monolog di Aceh.
“Saya melihat antusiasme baru dari para seniman muda. Mereka berani mencoba dan tidak takut bereksperimen. Ini pertanda baik bagi masa depan seni peran kita,” tambahnya.
Teuku Ihlam (Iam Nol) selaku Ketua Pelaksana juga menegaskan, bahwa Aceh Monolog Fest adalah ruang apresiasi bagi komunitas seni teater di Aceh untuk menyalurkan bakat seni perannya.
Aceh Monolog Fest 2025 membuka akses bagi masyarakat umum untuk menyaksikan pertunjukan melalui sistem tiket. Panitia menyediakan tiga kategori tiket, yaitu:
1. Boh Sunti — Rp 35.000
2. Boh Ceuradih— Rp 50.000
3. Boh Punti — Rp 200.000
Masyarakat yang ingin menonton dapat melakukan pemesanan tiket atau memperoleh informasi lebih lanjut melalui narahubung Radius Priatama (0823-2121-4487).
Penyelenggara berharap acara ini dapat memperkuat ekosistem seni pertunjukan Aceh sekaligus menjadi ruang bertemu, berdialog, dan berkarya bagi para aktor monolog dari berbagai generasi.










