Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Banda Aceh dan Langsa Masih Tanpa Listrik dan Jaringan Internet

redaksi by redaksi
27/11/2025
in Nanggroe
0
Sebanyak 2.591 Jiwa Terdampak Banjir di Aceh Singkil

Fasilitas pendidikan di Kabupaten Aceh Singkil terendam banjir luapan akibat hujan deras, Minggu (23/11/2025). ANTARA/HO/Humas BPBA

BANDA ACEH – Curah hujan tinggi sejak beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir setidaknya di 9 kota dan kabupaten di Provinsi Aceh. Badan Penanggulangan Bencana Aceh melaporkan banjir itu terjadi di Kabupaten atau Kota Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Utara dan Aceh Selatan.

Teuku Zulman, warga asal Aceh yang kini tinggal di Jakarta, mengatakan tak bisa menghubungi keluarganya yang berdomisili di Kecamatan Langsa Baro dan Langsa Barat, Kabupaten Langsa. Zulman menuturkan, komunikasinya dengan sanak famili terputus pada Rabu, 26 November 2025 pukul 14.30 WIB akibat pemadaman listrik.

Hingga hari ini, dia tidak tahu bagaimana kondisi keluarganya di tengah banjir yang melanda kota tersebut. “Akses komunikasi ke Kota Langsa, Provinsi Aceh putus total sejak kemarin siang. Kabar terakhir, banjir terjadi hampir di sebagian besar wilayah Kota Langsa,” kata laki-laki berumur 33 tahun itu saat dihubungi pada Kamis, 27 November 2025.

Menurut Zulman, bukan hanya ia seorang yang kesulitan menghubungi keluarga dan kerabat di kampung halaman. Rekan dan kenalannya sesama dari Langsa juga tidak mendapatkan respons saat mencoba berkomunikasi melalui perangkat gawai.

Menghadapi kondisi tersebut, Zulman mengaku sangat khawatir. Dia berharap pemerintah daerah segera memperbarui informasi mengenai situasi terkini di lapangan. Menurut dia, pemerintah belum melakukan hal tersebut. “Instansi pemerintah baik kota dan Provinsi Aceh belum memberikan info apa pun terkait perkembangan situasi di sana,” ujar Zulman.

Menurut Zulman, banjir yang melanda Aceh itu merupakan yang terbesar sejak 30 tahun terakhir. Dari cerita yang ia dapat, jaringan radio hingga akses kendaraan lewat jalur darat belum bisa menjangkau Langsa.

Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Aceh atau Pusdalops BPBA, mengkonfirmasi bahwa akses masyarakat Kota Langsa terhadap listrik dan internet terputus akibat banjir. “Di lokasi kejadian lumpuh total. Akses Listrik dan internet padam,” kata Petugas Piket, Fauzan, saat dihubungi melalui pesan layanan Pusdalops BPBA pada Kamis, 27 November 2025.

Fauzan belum dapat memastikan kapan akses listrik dan internet dipulihkan. Dia menyebut saat ini tiga tower tumbang dan masih dalam upaya pemulihan. Fauzan belum menjawab pertanyaan apakah pemadaman listrik ini juga berlaku di daerah lain yang juga terdampak banjir.Dalam keterangan tertulis yang dipublikasi di laman resmi, BPBA mencatat bahwa curah hujan tinggi mengakibatkan banjir sejak 18 November 2025. Hingga 26 November 2025 ada 9 daerah yang terdampak banjir termasuk Langsa. BPBA menulis, curah hujan tinggi, angin kencang, dan kondisi geologi labil tak hanya menyebabkan banjir, tapi juga tanah longsor.

Akibat kejadian ini 455 kepala keluarga yang terdiri dari 1.497 jiwa mengungsi. “Selama periode 18 November 2025 pukul 07.00 WIB hingga 26 November 2025 pukul 12.00 WIB (banjir) terdampak pada rumah milik 14.235 Kepala Keluarga atau 46.893 Jiwa dan 455 KK/1.497 jiwa mengungsi,” dikutip pada Kamis.

Khusus di Langsa, BPBA melaporkan bahwa curah hujan tinggi selama tiga hari terakhir menyebabkan genangan banjir. Banjir itu diklaim dari air kiriman asal lahan perkebunan kelapa sawit PTPN 1 Langsa. Sebanyak 110 rumah di Desa Paya Bujok Seulemak dilaporkan terendam banjir.

Kemarin, ketinggian air dilaporkan antara 20-40 cm dalam kondisi belum surut. Selain itu, banjir dengan disusul longsor dilaporkan terjadi juga sejumlah kecamatan, seperti Langsa Barat, Langsa Kota, Langsa Lama dan Langsa Timur.

Pelaksana tugas atau Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Fadmi Ridwan, mengatakan bahwa sembilan kabupaten dan kota telah ditetapkan berstatus darurat bencana banjir atau hidrometeorologi. Menurut Fadmi, penetapan status tersebut dikeluarkan oleh masing-masing kepala daerah berdasarkan kondisi terkini yang melanda wilayah setempat.

“Kabupaten yang telah menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi yaitu Aceh Besar, Pidie, Aceh Utara, Singkil, Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh Tengah, Aceh Tenggara, dan Aceh Barat,” kata Fadmi.

BPBA berkomitmen untuk berkoordinasi dengan BPBD di berbagai wilayah serta memastikan langkah-langkah penanganan darurat berjalan optimal. BPBA juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir, tanah bergerak, dan longsor, terutama pada wilayah dengan curah hujan tinggi.

Sumber: Tempo.co

Previous Post

13 Ribu Warga Aceh Mengungsi Imbas Banjir

Next Post

Bibit Siklon yang Picu Cuaca Ekstrem di Aceh-Sumut Naik Level

Next Post
Bibit Siklon yang Picu Cuaca Ekstrem di Aceh-Sumut Naik Level

Bibit Siklon yang Picu Cuaca Ekstrem di Aceh-Sumut Naik Level

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Bupati Aceh Tengah Harap Program Sesuai dengan Skala Prioritas Daerah Terdampak

Bupati Aceh Tengah Harap Program Sesuai dengan Skala Prioritas Daerah Terdampak

27/03/2026
Pemkab Aceh Besar: THR dan Gaji 13 Guru Sudah Dibayarkan, TPG Segera…!

Pemkab Aceh Besar: THR dan Gaji 13 Guru Sudah Dibayarkan, TPG Segera…!

27/03/2026
Kapolda Ajak Generasi Muda Implementasi Program Kepolisian Hijau

Kapolda Ajak Generasi Muda Implementasi Program Kepolisian Hijau

27/03/2026
Sekda Tegaskan Pemanfaatan TKD Harus Berdampak Langsung bagi Masyarakat

Sekda Tegaskan Pemanfaatan TKD Harus Berdampak Langsung bagi Masyarakat

27/03/2026
Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

Terpopuler

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

Gagal Menangkan Mualem–Dek Fad di Bireuen, Peneliti: Pergantian Abang Samalanga Demi Masa Depan PA

Jadi Daerah Basis Mualem-Dekfadh, Anggaran Dayah untuk Aceh Utara Kalah Jauh dari Bireuen di APBA 2026

Prof Saifullah Resmi Mendaftar sebagai Calon Rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030

Banda Aceh dan Langsa Masih Tanpa Listrik dan Jaringan Internet

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com