BANDA ACEH – Para mahasiswa yang tinggal di pesisir Aceh Besar dan kawasan Darussalam terpaksa mandi dan cuci baju dengan air hujan akibat pemadaman listrik sejak Rabu 25 November 2025.
Selain listrik padam, cuaca ekstrem yang mendera wilayah Sumatera selama sepekan terakhir juga mengakibatkan jaringan telekomunikasi terputus.
“Rabu malam dan Kamis pagi, kami terpaksa mandi air hujan,” kata Ridha Maulana, mahasiswa USK kepada wartawan, Kamis siang 27 November 2025.
“Demikian juga untuk cuci baju dan memasak. Jadi kami lihat banyak air hujan yang tertampung dan tak terpakai. Sementara di bak mandi, air kosong karena listrik padam, jadi kami gunakan air hujan untuk mandi, memasak dan mencuci,” ujarnya lagi.
Sementara itu, Riski Pratama, mahasiswa lainnya mengatakan, mereka juga mencari Warkop yang ada ginsetnya untuk mengisi daya handphone.
“Namun komunikasi dengan orangtua terputus sejak Rabu pagi. Mereka tinggal di Aceh Utara yang menjadi pusat banjir,” kata Riski.
“Mau pulang, katanya banyak jembatan yang roboh dan akses jalan terganggu. Jadi terpaksa bertahan di kos seperti sekarang,” ujar Maulana lagi.










