Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Opini

Berapa Jam Kamu Melihat Media Sosial?

redaksi by redaksi
29/11/2025
in Opini
0
Berapa Jam Kamu Melihat Media Sosial?

Oleh Muhammad Mursal. Penulis adalah Mahasisa Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry.

Perkembangan teknologi yang begitu pesat, lambat laun mengubah pola kehidupan kita sehari-hari seperti memesan makanan, mencari pekerjaan, melihat berita hingga mencari jodoh. Hadirnya jaringan 4G Long Term Evolution (LTE) hingga 5G yang dapat melakukan pertukaran data secepat kilat membuat kita merasa mudah dalam melakukan segala kegitan sendirian. Dengan segala kemudahan dan ke-praktisan yang bisa kita gunakan, membuat kita tanpa sadar mulai sangat tergantung terhadap teknologi terutama smartphone, salah satu gawai yang hampir semua kita miliki bahkan tak terkecuali anak-anak.

Dengan sebuah handphone yang dapat kita miliki dengan harga mulai 900 ribu hingga seharga sebuah sepeda motor, kita dapat menikmati segala kemudahan yang ditawarkan termasuk akses terhadap hiburan dan berita yang kita akses di sosial media tiktok, instagram, x, youtube, netflix, spotify, reddit yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Dengan kemudahan akses yang ditawarkan, mengakibatkan kita kecanduan bahkan ketergantungan untuk selalu melihat konten yang disajikan di sosial media, rasa untuk selalu ingin menjadi yang paling update dan takut untuk ketinggalan trend terbaru atau dikenal dengan istilah FOMO (Fear of Missing Out) membuat sebagian besar dari kita terutama kaum muda sulit untuk lepas dari sosial media.

Menurut laporan digital indonesia 2024: Indonesia, yang dirilis oleh “we are social” menyebutkan bahwa masyarakat indonesia menghabiskan waktu hingga 7 jam lebih setiap harinya untuk menggunakan internet, dari total durasi tersebut 3 jam digunakan untuk membuka media sosial. Durasi pemakaian sosial media oleh masyarakat indonesia ini terbilang cukup tinggi dibandingkan rata-rata global penggunaan sosial media hanya beriksar 2 jam 30 menit, hal ini sudah cukup untuk mengindikasikan bahwa kita sudah pada tahap “kecanduan” terhadap sosial media.

Pola penggunaan sosial media terlihat berubah seiring dengan meningkatnya durasi penggunaan sosial media masyarakat indonesia, contohnya saja dulu kita menggunakan sosial media, membuka tiktok atau instagram ketika sedang berada pada waktu senggang atau ketika sedang beristirahat pada sela-sela aktivitas namun sekarang pola tersebut berubah dimana kita secara sengaja meluangkan waktu untuk membuka sosial media dan menghabiskan waktu yang seharusnya digunakan untuk hal hal penting seperti bekerja atau belajar, bahkan sekarang banyak dari kita merelakakan waktu tidur untuk dapat scrolling sosial media lebih lama lalu membiarkan diri kita terlelap ketika sedang membuka sosial media.

Kebiasaan adiktif ini lamban laun tidak hanya menjadi fenomena yang terjadi dikalangan anak muda saja, melainkan orang dewasa bahkan lanjut usia. Sering kita dapati ketika sebuah keluarga sedang berkumpul atau makan bersama, sedikit terdengar percakapan antara keluaraga melainkan mereka sibuk menikmati video singkat yang ditonton pada sosial media. Kebisaaan buruk ini tentunya dapat berakibat langsung dengan kemampuan bersosialisasi secara langsung pada manusia, mengingat penggunaan sosial media sudah menjalar ke anak kecil yang tidak seharusnya menjadi “pecandu” sosial media.

Dikutip dari halodoc, penelitian yang dilakukan oleh Technical University of Denmark menjelaskan bahwa arus informasi yang konstan dan dikosumsi secara terus menerus mengakibatkan sempitnya rentan perhatian kolektif pengguna sosial media seperti tiktok seiring waktu. Sebelumnya kita menikmati video berdurasi 10 – 20 menit tanpa merasa bosan atau jenuh, namun dengan seringnya kita mengosumsi konten-konten video berdurasi singkat secara terus menerus yang membuat kita mendapat begitu banyak informasi tanpa sempat kita proses, telah menurunkan waktu fokus kita dalam mencerna sebuah informasi dalam waktu yang lama dan hal ini berimbas pada aktivitas sehari hari terutama ketika proses penyerapan informasi di sekolah, ruang kuliah, kantor, membuat kita cepat merasa jenuh dan muda ter-distraksi terhadap hal-hal lain sebelum kita berhasil memahami informasi apa yang seharusnya diserap atau dimengerti secara keseluruhan akibatnya kita menjadi cepat lupa bahkan ling-lung ditengah aktivitas.

Namun apakah pengguna sosial media membuka aplikasi sosial media benar benar hanya untuk memenuhi hasrat mereka terhadap hiburan semata? Mari kita lihat lebih dekat. Menurut kementrian keuangan indonesia, nilai ekonomi digital indonesia pada tahun 2022 senilai USD 77 miliar atau jika dirupiahkan sebesar 1.191.524.950.000.000,00 rupiah (satu triliun dua ratus sembilan puluh satu miliar lima ratus dua puluh empat juta lima ratus puluh ribu rupiah) dan diperkirakan akan menjadi USD 95 miliar pada tahun 2025.

Oleh karena itu tak mengherankan waktu penggunaan sosial media terus meningkat yang ternyata disebabkan tumbuhnya ekosistem perekonomian digital indonesia yang diikuti dengan terbukanya banyak lapangan kerja baru bahkan melahirkan profesi baru yang sebelumnya tidak pernah ada, seperti: social media specialist, content creator, live talent.

Melihat berbagai fenomena tersebut, jelas bahwa media sosial bukan lagi sekadar ruang hiburan, melainkan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan modern. Di satu sisi, ia menawarkan kemudahan, peluang ekonomi, serta akses informasi yang begitu cepat. Namun di sisi lain, penggunaan yang berlebihan tanpa kendali membawa konsekuensi nyata terhadap fokus, kesehatan mental, produktivitas, hingga kualitas hubungan sosial kita.

Pada akhirnya, pertanyaannya bukan lagi “berapa jam kita melihat media sosial”, tetapi apakah waktu yang kita habiskan di sana benar-benar memberikan manfaat atau justru merampas hal-hal penting dalam hidup kita. Oleh karena itu, sudah saatnya kita mulai lebih bijak, sadar, dan selektif dalam menggunakan media sosial agar teknologi tetap menjadi alat yang membantu, bukan mengendalikan kehidupan kita. []

Previous Post

Soal Bencana di Aceh, Prabowo: Kita Monitor Terus

Next Post

Bupati Aceh Utara Minta Bantuan Komdigi Pulihkan Jaringan Komunikasi

Next Post
Bupati Aceh Utara Minta Bantuan Komdigi Pulihkan Jaringan Komunikasi

Bupati Aceh Utara Minta Bantuan Komdigi Pulihkan Jaringan Komunikasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

MA Tolak Kasasi Anggota DPR Aceh ‘Pemukul Anak’ dan Tambah Vonis Jadi 8 Bulan Penjara

MA Tolak Kasasi Anggota DPR Aceh ‘Pemukul Anak’ dan Tambah Vonis Jadi 8 Bulan Penjara

27/03/2026
Lebaran, Harga Ikan Laut Segar di Aceh Melambung

Lebaran, Harga Ikan Laut Segar di Aceh Melambung

27/03/2026
Pemkab Aceh Barat Alokasi Rp1 Miliar Bangun Jalan Rusak ke Lokasi Bencana

Pemkab Aceh Barat Alokasi Rp1 Miliar Bangun Jalan Rusak ke Lokasi Bencana

27/03/2026
Verifikasi Penerima Tunjangan Profesi Guru di Aceh Besar Rampung Hari Ini

Verifikasi Penerima Tunjangan Profesi Guru di Aceh Besar Rampung Hari Ini

27/03/2026
Bupati Aceh Tengah Harap Program Sesuai dengan Skala Prioritas Daerah Terdampak

Bupati Aceh Tengah Harap Program Sesuai dengan Skala Prioritas Daerah Terdampak

27/03/2026

Terpopuler

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

Prof Saifullah Resmi Mendaftar sebagai Calon Rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030

Gagal Menangkan Mualem–Dek Fad di Bireuen, Peneliti: Pergantian Abang Samalanga Demi Masa Depan PA

Jadi Daerah Basis Mualem-Dekfadh, Anggaran Dayah untuk Aceh Utara Kalah Jauh dari Bireuen di APBA 2026

Berapa Jam Kamu Melihat Media Sosial?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com