Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

225 Siswa Sekolah Rakyat Aceh Dipulangkan Sementara Akibat Banjir

redaksi by redaksi
10/12/2025
in Lintas Timur
0
275 Siswa Program Sekolah Rakyat di Aceh Siap Jalani Tahun Ajaran Baru

Ilustrasi siswa Sekolah Rakyat. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Jakarta – Kementerian Sosial RI memastikan proses pemulangan sementara siswa-siswi Sekolah Rakyat (SR) di sejumlah wilayah Aceh berjalan dengan aman dan terkoordinasi, menyusul kondisi darurat yang ditimbulkan banjir sejak akhir November. Sebanyak 225 siswa dari tiga Sekolah Rakyat di Bireuen, Lhokseumawe, dan Pidie Jaya dipulangkan karena keterbatasan logistik, terputusnya akses, serta meningkatnya risiko keselamatan bagi anak-anak dan para pendidik.

Di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 25 Bireuen, Kepala Sekolah Nidia Fitri menyampaikan hujan deras berhari-hari membuat akses menuju sekolah hampir tak bisa dilalui. Orang tua yang khawatir sempat mencoba menjemput anak-anak, namun kondisi justru makin memburuk karena banjir makin tinggi dan listrik padam hingga lima hari.

“Awalnya kami tahan karena banyak akses jalan yang putus dan sebagian orang tua justru berada di pengungsian,” ujar Nidia, dalam keterangan tertulis, Rabu (10/12/2025)

Nidia mengatakan para siswa terus meminta pulang karena ingin berkumpul dengan keluarga mereka yang juga tengah berjuang menghadapi banjir.

Situasi makin sulit setelah tujuh hari pasca banjir. Wali asuh yang biasanya menetap di sekolah ikut terdampak. Sementara guru kesulitan datang karena kelangkaan BBM, harga bahan makanan juga melonjak drastis hingga stok permakanan tak mencukupi. Sekolah lalu mengajukan pemulangan sementara kepada Pusdiklatbangprof melalui PPK, merujuk pada surat Status Darurat Bencana Bupati Bireuen.

Proses pemulangan dilakukan bertahap. Siswa yang dapat dijemput orang tua diantar dengan pengawalan, sementara siswa yang orang tuanya sulit dihubungi diantar langsung oleh pihak sekolah.

“Yang rumahnya berada di area jembatan patah, kami seberangkan satu per satu hingga mereka tiba di titik aman,” ujar Nidia.

Meski jembatan terdekat patah hanya berjarak 300 meter, bangunan SRT 25 Bireuen dikonfirmasi aman tanpa kerusakan. Dinas Pendidikan setempat juga meliburkan kegiatan belajar hingga 20 Desember. Sebanyak 72 rumah siswa serta 18 rumah guru dan tendik tercatat terdampak banjir.

Kondisi serupa juga terjadi di SRMP 33 Lhokseumawe. Kepala Sekolah Ayadi menyebut pemulangan sementara dilakukan karena vendor permakanan tak lagi mampu menyediakan bahan makanan akibat kelangkaan pasokan.

“Karena waktu bencana terjadi, vendor makanan tidak sanggup menyediakan makanan. Bahannya langka dan mahal,” jelasnya.

Sekolah kemudian menyurati PPK untuk meminta persetujuan pemulangan.

Meski listrik masih sering padam hingga hari ini, siswa dijadwalkan kembali pada 11 Desember dan sekolah tetap berkomitmen menggelar ujian pada 15 Desember. Ayadi menambahkan, genset bantuan Kemensos yang dikirim melalui Subulussalam dan Banda Aceh masih tertahan di Bireuen akibat jembatan putus.

“Alhamdulillah di SR aman, hanya ada 33 orang tua siswa yang terdampak, serta enam guru dan satu tendik,” ujarnya.

Situasi paling berat dialami SRT 26 Pidie Jaya. Kepala Sekolah Dewi Juliana menceritakan hujan tak berhenti sejak 21 November hingga banjir bandang menerjang pada 26 November. Sejumlah orang tua sempat datang menjemput anak, namun ia menahan karena rumah-rumah mereka justru terdampak parah.

“Selama banjir, wali asuh tidak masuk sekolah karena rumah mereka juga kena banjir bandang, dan guru menggantikan posisi wali asuh,” ungkap Dewi.

Setelah sepekan, kondisi memburuk seperti listrik padam total, jaringan internet terputus, dan vendor permakanan tak mampu lagi menyalurkan bahan masakan.

“Harga melonjak dan barang langka gas tidak ada, harga telur seratus ribu per papan dan itu pun tidak ada lagi, BBM mulai langka,” tambahnya.

Koordinasi dilakukan dengan Kepala Dinas Sosial dan PPK, hingga akhirnya sekolah memulangkan seluruh siswa berdasarkan surat Darurat Bencana Bupati Pidie Jaya. Siswa yang bisa dijemput orang tua dipulangkan, sementara sisanya diantar oleh sekolah ke rumah masing-masing.

Beberapa siswa kini masih berada di pengungsian. Guru-guru melakukan home visit untuk memastikan kondisi mereka, sekaligus mendata siswa terdampak. Banyak anak yang emosional, menangis, dan ingin segera kembali berkumpul dengan orang tua.

Kemensos RI terus berkoordinasi dengan Pusdiklatbangprof, Dinas Sosial Kabupaten/Kota, pemerintah daerah, dan para kepala sekolah untuk memastikan kebutuhan dasar siswa tetap terpenuhi selama pemulangan sementara. Kegiatan belajar direncanakan kembali setelah situasi stabil, akses pulih, dan pasokan logistik memungkinkan.

Sumber: detik.com

Previous Post

KAI Salurkan Bantuan untuk Bencana Banjir dan Longsor di Aceh

Next Post

Pemerintah Aceh dan Kejati Aceh Teken Nota Kesepakatan Pidana Kerja Sosial

Next Post
Pemerintah Aceh dan Kejati Aceh Teken Nota Kesepakatan Pidana Kerja Sosial

Pemerintah Aceh dan Kejati Aceh Teken Nota Kesepakatan Pidana Kerja Sosial

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Musda Demokrat Aceh Menghangat, Fakta Sejarah Organisasi Sayuti Abubakar Diungkap

Musda Demokrat Aceh Menghangat, Fakta Sejarah Organisasi Sayuti Abubakar Diungkap

27/07/2026
Kasi Cabdisdik Kabupaten Aceh Timur Antar Tugas Kepala SMKN 1 Julok

Kasi Cabdisdik Kabupaten Aceh Timur Antar Tugas Kepala SMKN 1 Julok

27/07/2026
Mentan Pastikan Penanganan Sawah Terdampak Aceh Berjalan Bertahap

Mentan Pastikan Penanganan Sawah Terdampak Aceh Berjalan Bertahap

27/07/2026
FISIP USK dan Fakulti Sastera & Sains Sosial Universiti Malaya Teken MoA, Perkuat Kolaborasi Akademik Bertaraf Internasional

FISIP USK dan Fakulti Sastera & Sains Sosial Universiti Malaya Teken MoA, Perkuat Kolaborasi Akademik Bertaraf Internasional

27/07/2026
Polda Aceh dan Ombudsman Perkuat Sinergi Tingkatkan Pelayanan Publik

Polda Aceh dan Ombudsman Perkuat Sinergi Tingkatkan Pelayanan Publik

27/07/2026

Terpopuler

275 Siswa Program Sekolah Rakyat di Aceh Siap Jalani Tahun Ajaran Baru

225 Siswa Sekolah Rakyat Aceh Dipulangkan Sementara Akibat Banjir

10/12/2025

Awali Masa Bakti dengan Berkah, Zikrillah Dipeusijuek Bersama Santunan Anak Yatim Se-Kemukiman Pangwa

PKB Pidie Jaya Perkuat Barisan, Ulama Muda Abi Zulfikar Nahkodai Dewan Syura

Tarina Seulanga Ubah Cerpen Apa Kaoy “Malelang dan Madiyon” Menjadi Tarian Penuh Makna

Musda Demokrat Aceh Menghangat, Fakta Sejarah Organisasi Sayuti Abubakar Diungkap

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com