BANDA ACEH – Ali Hasyimi, Presiden Mahasiswa (PEMA) Universitas Al Washliyah Darussalam (UNADA) Banda Aceh, menyayangkan statemen salah seorang anggota DPR RI mengenai kayu yang dipakai masyarakat saat bencana melanda Aceh.
“Ini aneh. Banjir milik rakyat, tapi kayu milik negara,” kata Ali Hasyimi, Sabtu malam 20 Desember 2026.
“Saya melihat DPR RI hari ini tidak mencermikan perwakilan rakyat, melainkan musuh rakyat. Kenapa saya sampaikan seperti itu? Kayu yang dibawa arus itu masyarakat gunakan untuk mereka memasak dan memperbaiki rumah yang sudah hancur pasca bencana,” kata Ali Hasyimi.
Padahal, kata Ali, pemerintah khususnya DPR RI bersinergi untuk memihak kepada rakyat yang sedang dilanda musibah.
Ironisnya, kata dia, bencana Aceh serta Sumatra hari ini ada dugaan ditutup-tutupi oleh pemerintah pusat dan DPR RI.
“Apakah bencana hari ini ada udang di balik batu ? Atau berbicara history sehingga Presiden Prabowo belum menetapkan bencana nasional sampai hari ini.”
“Kalau Pemerintah Indonesia tidak mampu silahkan menerima bantuan luar, bukan malah mengejek bantuan luar.”
“Yang saya sayangkan lagi oknum TNI yang intimidasi saat meliput di Aceh Tamiang. Handphone d rampas dan video yang diambil dihapus oleh oknum TNI tersebut,” katanya,









