Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Warga Aceh Diminta Jangan Mudah Terprovokasi Serta Fokus Penanganan Bencana

redaksi by redaksi
27/12/2025
in Nanggroe
0
Dua Desa di Bener Meriah Juga Diterjang Banjir Susulan

Foto: Banjir kembali terjadi di Bener Meriah (Dok. Tangkapan Layar Media Sosial)

BANDA ACEH – Warga Aceh saat ini memang sedang sedih, kecewa, menderita dan marah, akibat tekanan paikologis pascabencana banjir dan tanah longsor. Tetapi diharapkan harus tetap waspada dan jangan mau diprovokasi masuk ke urusan politik oleh pihak-pihak yang sengaja memancing di air keruh. Tetap saja fokus pada usaha recovery, saling mendukung antar warga dan korban, bersatu untuk mengusahakan pemulihan segera, agar kehidupan dapat segera berjalan normal.

Hal tersebut disampaikan Dr., Wiratmadinata, S.H., M.H, akademisi sekaligus mantan Sekjen Forum LSM Aceh serta mantan Ketua Badan Pengurus Koalisi NGO-HAM Aceh. “Saat ini sedang ada usaha dari kelompok tertentu yang ingin memanfaatkan kerawanan paikologis warga korban bencana. Tujuannya untuk menggeser isu sosial ini, menjadi isu politik, agar terkesan orang Aceh mau kembali memberontak gara-gara pemerintah tidak mau menjadikannya status Bencana Nasional,” kata Doktor Wira, yang juga alumni Lemhanas (Lembaga Ketahanan Nasional), Taplai tahun 2008.

Hal tersebut disampaikan Wira, merujuk pada peristiwa kericuhan antara aparat TNI (Tentara Nasional Indonesia) dengan warga pendemo yang membawa bendera “bulan bintang” yang selama ini dikenal sebagai bendera GAM (Gerakan Aceh Merdeka), pada 25 Desember lalu. Dalam demo tersebut terjadi kekerasan fisik yang beberapa warga terluka.

Menurut Wiratmadinata, apa yang terjadi di Aceh Utara beberapa hari lalu, seharusnya bisa diantisipasi oleh kalangan intelijen. Wira menyoroti apabila upaya deteksi dini atas situasi dan kondisi, yang memiliki potensi konflik ini dilakukan dengan baik, demo dengan membawa bendera itu tidak perlu terjadi. “Ini jelas kebobolan. Masak ada pergerakan masa dengan kendaraan begitu tidak segera diantisipasi” kata Wira

Dilanjutkan, “Setidaknya, apabila Deteksi Dini berhasil dilakukan dengan baik oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), sebagai organ Pemerintah Aceh yang terkait, maka Gubernur Muzakir Manaf, pasti tidak akan kecolongan begitu. Kalau laporan dari Kesbangpol ada, Gubernur bisa melalukan antisipasi bersama Forkpimda. Belum lagi laporan dari BIN, BAIS dan lain-lain,” kata Wiratmadinata, yang juga alumni Conflict Management Advance Course, University of Maryland, Amerika Serikat.

Menurut Doktor Wira, saat ini ada kelompok yang ingin memanfaatkan bencana ini untuk membangkitkan sentimen perlawanan masa lalu. Momentumnya adalah belum maksimalnya penanganan terhadap korban bencana, khususnya di daerah paling terdampak, yaitu Pidie Jaya, Aceh Tamiang, serta di Dataran Tinggi Gayo (Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues).

Seharusnya Pemerintah Aceh melalui Kesbangpol mulai berkampanye agar warga fokus mengurus diri sendiri, keluarga, tetangga dan komunitas terdekat untuk melakukan aksi “warga bantu korban atau korban bantu korban”, pada saat bersamaan ajak masyarakat untuk waspada dan menolak semua ajakan yang berbau politik, seperti demo dengan membawa bendera- bendera yang dilarang.

“Ini sensitif dan sekaligus rawan untuk terjadinya provokasi kekerasan. Buktinya sudah kita lihat sendiri, kan?” ungkap Wiratmadinata.

Disisi lain, Wiratmadinata juga memberi masukan kepada pihak keamanan untuk melakukan penanganan terukur, jika hal-hal seperti kejadian di Aceh Utara terjadi lagi. Aparatur bersenjata dilarang bertindak berlebihan dalam menghadapi unjuk rasa dan sejenisnya.

Wira mengakui, membawa bendera GAM itu sensitif, apalagi saat berhadapan dengan pasukan tentara yang beraenjata dan memiliki ingatan buruk terhadap simbol-simbol perlawanan seperti itu.

“Saya menganggap wajar, banyak warga yang kecewa dan marah, apalagi bagibkorban banjir dan longsor yang kehilangan rumah dan segala kepemilikannya, tapi sampai satu bulan pascabencana masih tak jelas nasibnya. Saya pribadi juga sedih, marah dan kecewa. Tapi, mari jangan perburuk lagi keadaan dengan ikut-ikut dalam aksi politik yang tidak jelas agendanya. Yang akan ambil untung nantinya para provokator, baik di level elit politik, maupun di lapangan,” ungkap Wira menjelaskan.

Previous Post

Peringati Tsunami Aceh ke-21 di Abdya, Ribuan Jamaah Larut Dalam Zikir dan Do’a

Next Post

Polisi Amankan Pencuri Laptop di Banda Aceh

Next Post
Polisi Amankan Pencuri Laptop di Banda Aceh

Polisi Amankan Pencuri Laptop di Banda Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Begini Respon Korban Banjir di Tamiang Dikunjungi Prabowo Saat Idul Fitri

Begini Respon Korban Banjir di Tamiang Dikunjungi Prabowo Saat Idul Fitri

22/03/2026
Prabowo: Seluruh Pengungsi Sudah Keluar dari Tenda

Prabowo: Seluruh Pengungsi Sudah Keluar dari Tenda

22/03/2026
Begini Cara Warga di Pulo Aceh Rayakan Idul Fitri

Begini Cara Warga di Pulo Aceh Rayakan Idul Fitri

22/03/2026
436 Warga Huntara Aceh Tengah Salat Idulfitri di Tenda Darurat

Warga di Huntara Aceh Saling Bersilaturahmi saat Lebaran

22/03/2026
Jak Bak Jeurat; Cara Warga Aceh Bersilaturahmi dengan Kerabat yang Sudah Tiada

Jak Bak Jeurat; Cara Warga Aceh Bersilaturahmi dengan Kerabat yang Sudah Tiada

22/03/2026

Terpopuler

Dua Desa di Bener Meriah Juga Diterjang Banjir Susulan

Warga Aceh Diminta Jangan Mudah Terprovokasi Serta Fokus Penanganan Bencana

27/12/2025

Pernyataan Prabowo Soal Pemulihan 100 Persen Bikin Korban Banjir Aceh Geram

Isu Mosi Tak Percaya 67 Anggota DPRA Dinilai Operasi Politik Adu Domba, Soliditas di Bawah Zulfadhli Ditegaskan Tetap Kokoh

Akses Jalan Bener Meriah–Aceh Utara Mulai Normal, Pengendara Diminta Tetap Waspada

Stok Rudal Iran Melimpah, AS-Israel Kelabakan Hentikan Serangan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com