Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Kolaborasi Semua Pihak Dinilai Bisa Percepat Penanganan Aceh Pascabencana

redaksi by redaksi
05/01/2026
in Lintas Timur
0
Konsep Otomatis

SIGLI – Kolaborasi semua pihak didorong untuk percepat pembersihan dan penanganan pascabanjir dan longsor di Aceh.

Hal itu dikatakan oleh Faisal Delima S.Sos., S.H., CPM., advokat dan pemerhati kebijakan publik kepada Atjehwatch.com Senin 5 Januari 2026.

Dikatakan Faisal Delima, Upaya percepatan pembersihan dan penanganan pascabanjir membutuhkan satu hal yang paling mendasar: kolaborasi tanpa prasangka. Di tengah lumpur yang belum sepenuhnya mengering dan trauma warga yang belum pulih, ajakan untuk bersatu kembali disuarakan agar proses pemulihan tidak berubah menjadi panggung saling menyalahkan.

Menegaskan pentingnya sinergi lintas pihak di lapangan serta seluruh unsur pemerintah, aparat, relawan, tokoh masyarakat, dan warga harus berjalan seirama, bukan saling menuding atau membenarkan posisi masing-masing.

“Yang kita butuhkan hari ini bukan perdebatan, tapi kerja bersama. Di lapangan harus ada sinergi agar tidak muncul saling menyalahkan, menuding, atau pembenaran sepihak,” kata Faisal Delima.

Ia menekankan dilema yang kerap muncul dalam setiap bencana: di satu sisi masyarakat berharap negara hadir secara nyata, namun di sisi lain kehadiran negara sering kali dipolitisasi. Kondisi ini, menurutnya, justru memperlambat pemulihan dan melukai kepercayaan publik.

“Negara memang wajib hadir. Tapi jangan kehadiran itu ditarik ke arena politik. Bencana bukan ruang untuk pencitraan, apalagi pertarungan narasi,” ucap Faisal Delima.

Lebih jauh, Faisal mengingatkan semua pihak agar menahan diri dari pernyataan-pernyataan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat yang sedang berduka. Baginya, kata-kata adalah api; salah ucap bisa membakar suasana yang seharusnya dijaga tetap teduh.

“Kita berharap semua pihak tidak mengeluarkan pernyataan yang memicu kegaduhan. Fokuslah pada kerja kemanusiaan. Rakyat sedang lelah, jangan ditambah beban psikologis,” Ujarnya.

Dalam pelaksanaan di lapangan, ia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan tatanan kearifan lokal. Setiap daerah memiliki nilai, adat, dan cara sendiri dalam menghadapi musibah. Mengabaikan hal ini, menurutnya, sama dengan menutup mata terhadap denyut kehidupan masyarakat setempat.

“Kearifan lokal bukan penghambat, justru penuntun. Jika dihormati, kerja akan lebih mudah diterima dan hasilnya lebih berkelanjutan,” lanjut Faisal Delima.

Di tengah puing dan genangan yang tersisa, pesan Faisal sederhana namun kuat: bencana hanya bisa dipulihkan dengan tangan yang saling menggenggam, bukan jari yang saling menunjuk.

“Saat ego diturunkan dan kemanusiaan diletakkan di depan, maka harapan akan menemukan jalannya kembali,” ujar Faisal Delima S.Sos., S.H., CPM., advokat dan pemerhati kebijakan publik.[Mul]

Previous Post

Aktivitas SD IT Annur Pindah ke Toko di Gampong Beunot Usai Bencana

Next Post

Aktivis HAM Serukan Perlawanan Nasional Tolak KUHP dan KUHAP Baru!

Next Post
Urung Ditetapkan Status Bencana Nasional Aktivis HAM Aceh Serukan Pihak Internasional Bantu Aceh

Aktivis HAM Serukan Perlawanan Nasional Tolak KUHP dan KUHAP Baru!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Keluarga Negeri Antara Bawa Para Profesor ke Aceh Tengah dan Bener Meriah

Keluarga Negeri Antara Bawa Para Profesor ke Aceh Tengah dan Bener Meriah

07/01/2026
Ohku, Sopir Truk Tewas Tertimpa Material Longsor Tambang Ilegal

Tambang Tetap Beroperasi di Tengah Bencana, Publik Bereaksi Keras

06/01/2026
Berlumpur, 70 Sekolah di Aceh Tamiang Belum Aktif Belajar

Berlumpur, 70 Sekolah di Aceh Tamiang Belum Aktif Belajar

06/01/2026
Disdikbud Aceh Timur Terapkan Kurikulum Darurat KBM Pascabanjir

Disdikbud Aceh Timur Terapkan Kurikulum Darurat KBM Pascabanjir

06/01/2026
Kemenag Turunkan 1.330 Relawan ke 12 Titik di Aceh Pascabencana

Kemenag Turunkan 1.330 Relawan ke 12 Titik di Aceh Pascabencana

06/01/2026

Terpopuler

Zulkarnaini Resmi mendaftar Calon Ketua KONI Abdya, Dapat Dukungan 23 Cabor

Zulkarnaini Resmi mendaftar Calon Ketua KONI Abdya, Dapat Dukungan 23 Cabor

05/01/2026

Om Zul Maju Calon Ketua KONI Abdya, Berikut Sejumlah Cabor Mendukung

MTsS Ruhul Qur’ani Raih Juara Umum Porseni K2MTs dan Madrasah Award 2025 Pada Perayaan HAB Kemenag RI ke-80 Aceh Barat

Delapan Orang GTK Berprestasi Tingkat Provinsi Diumrahkan

Nikmat dan Musibah: Dua Wajah Ujian Allah

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com