Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Tengah

Pascabencana, 14 Persen Madrasah di Aceh Tengah Belum Siap Pembelajaran Normal

redaksi by redaksi
07/01/2026
in Lintas Tengah
0
Pascabencana, 14 Persen Madrasah di Aceh Tengah Belum Siap Pembelajaran Normal

TAKENGON – Di Kabupaten Aceh Tengah, bencana hidrometeorologi tak hanya menyisakan lumpur dan bangunan rusak, tetapi juga memaksa madrasah menjalani peran ganda. Ruang-ruang kelas yang seharusnya dipenuhi suara riuh anak-anak belajar, sebagian masih menjadi tempat berlindung bagi penyintas.

Hingga kini, sebanyak 14 dari 105 madrasah dilaporkan belum sepenuhnya siap melaksanakan Proses Belajar Mengajar (PBM) secara normal.

“Ada yang akses jalannya terganggu, ada yang gedung dan mobilernya rusak, bahkan ada yang masih menjadi tempat pengungsian,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah, Wahdi MS, Rabu, 7 Januari 2026.

Ia menjelaskan, dua madrasah di Kecamatan Bintang, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 19 dan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 6 Aceh Tengah, menjadi tempat pengungsian warga dari Desa Atu Payung, Konyel, dan Gele Pulo.

Meski belum normal, saat ini MTsN 6 sudah mulai fokus pada kegiatan pendidikan, sementara MIN 19 masih digunakan sebagai lokasi pengungsian. “Tapi fasilitas MTsN 6 masih dipakai sebagian pengungsi karena MIN dan MTsN ini satu kompleks,” ucapnya.

Dengan ruang belajar yang terbatas, Proses Belajar Mengajar (PBM) tetap diupayakan berjalan sejak Senin, 5 Januari lalu. Ruang-ruang kelas yang tidak ditempati pengungsi dijadikan tempat belajar, dengan pengaturan yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Ini bukan situasi ideal, tetapi anak-anak harus tetap belajar. Kita menyesuaikan dengan keadaan, memanfaatkan ruang yang ada,” kata Wahdi.

Tim Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2025 Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh mencatat, Kankemenag Aceh Tengah melaporkan 31 madrasah dari berbagai jenjang terkena dampak banjir dan longsor.

Lima Raudatul Athfal terdampak dengan tingkat kerusakan ringan hingga berat. Sementara itu, 12 Madrasah Ibtidaiyah, 7 Madrasah Tsanawiyah dan 7 Madrasah Aliyah mengalami kerusakan serupa.

“Madrasah-madrasah ini perlu segera mendapat perhatian dan perbaikan agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal,” ucapnya, kala jeda pembersihan tanah longsor di MIN 4 Aceh Tengah.

Kepala MTsN 6 Aceh Tengah, Abd Rahman mengatakan, PBM terhenti total sejak akhir November lalu karena madrasah difungsikan sebagai tempat pengungsian dan banyak siswa serta guru yang turut terdampak banjir dan longsor.

“Anak-anak kita juga korban. Ada yang rumahnya rusak, ada yang orang tuanya mengungsi. Guru-guru pun sebagian tinggal jauh di kota (Takengon),” ujar Abd Rahman.

Bagi pihak madrasah, keputusan untuk tetap menerima pengungsi adalah bagian dari tanggung jawab kemanusiaan. “Kami tidak mungkin menutup pintu. Di satu sisi kami mendidik, di sisi lain kami juga melayani warga yang membutuhkan tempat aman,” ujarnya.

Hingga kini, belum ada kepastian kapan para pengungsi dapat kembali ke desa masing-masing. Sambil menunggu situasi membaik, madrasah terus berupaya menjalankan dua peran sekaligus: menjaga denyut pendidikan dan merawat nilai kemanusiaan di tengah bencana.[]

Previous Post

Pemkab Gelar Pisah Sambut Kapolres Aceh Besar

Next Post

Akses Tertutup Lumpur, Pemkab Aceh Tengah Kerahkan Alat Berat di Jalan Mendale

Next Post
Akses Tertutup Lumpur, Pemkab Aceh Tengah Kerahkan Alat Berat di Jalan Mendale

Akses Tertutup Lumpur, Pemkab Aceh Tengah Kerahkan Alat Berat di Jalan Mendale

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ardhiyanto Ujung: Aceh Singkil dan Subulussalam Sudah Layak Jadi Satu Dapil DPRA

DPRK Subulussalam Minta Pemko Tindaklanjuti Surat DPMG Aceh soal Calon Kepala Kampong Bawan

12/09/2026
Kwarcab Abdya Peringati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Usung Tema Swasembada Pangan

Kwarcab Abdya Peringati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Usung Tema Swasembada Pangan

12/09/2026
Penyaluran Jadup Korban Banjir Tahap Pertama Gelombang Satu di Aceh Timur Capai 99 Persen

Penyaluran Jadup Korban Banjir Tahap Pertama Gelombang Satu di Aceh Timur Capai 99 Persen

12/09/2026
Dinkes Banda Aceh Dampingi Penerapan LLTT di Gampong Jeulingke

Dinkes Banda Aceh Dampingi Penerapan LLTT di Gampong Jeulingke

12/09/2026
KUA di Aceh Besar Diserahterimakan, Layanan bukan Hanya Soal Asmara

KUA di Aceh Besar Diserahterimakan, Layanan bukan Hanya Soal Asmara

12/09/2026

Terpopuler

Pascabencana, 14 Persen Madrasah di Aceh Tengah Belum Siap Pembelajaran Normal

Pascabencana, 14 Persen Madrasah di Aceh Tengah Belum Siap Pembelajaran Normal

07/01/2026

Ini Nama Nama Lengkap Pejabat UIN Ar-Raniry yang Baru Dilantik

Demam Foto Jadul AI Melanda Jagat Maya, Termasuk Abdya

Kwarcab Abdya Peringati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Usung Tema Swasembada Pangan

Bupati Aceh Jaya Rotasi Empat JPT Pratama, Dorong Birokrasi Lebih Profesional

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com