IDI – Banjir meluas di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh. Jika sebelumnya banjir hanya melanda empat kecamatan, kini menjadi sembilan kecamatan, Kamis (8/1/2026).
Kecamatan yang terendam banjir ialah Kecamatan Banda Alam, Indra Makmu, Pante Bidari, Madat, Nurussalam, Simpang Ulim, Julok, Rantau Selamat, dan Kecamatan Ranto Peureulak.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyebutkan, ketinggian banjir bervariasi mulai 30 sentimeter hingga satu meter. Hingga saat ini, tim gabungan siaga di lokasi banjir untuk memantau perkembangan.
“Puluhan desa terendam banjir dalam sembilan kecamatan itu. Salah satu kecamatan terluas terendam banjir ialah Simpang Ulim, ada 14 desa terendam banjir saat ini,” kata Iskandar per telepon.
Dia menyebutkan telah mengintruksikan Kantor SAR Aceh Timur, BPBD Aceh Timur, dan para camat untuk siaga di lokasi banjir. Jika ketinggian air bertambah, harus segera mengevakuasi warga ke lokasi aman.
Ketua Forum Keuchik (Kepala Desa) Kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur, Romi Syahputra, menyebutkan saat ini sudah ada warga lima desa yang mengungsi karena banjir itu.
Kelima desa itu ialah Blang Nisam, Pelita Sagop Jaya, Seuneubok Cina, Alue Ie Mirah, dan Desa Jambo Lubok, Kecamatan Inda Makmu, Aceh Timur, mengungsi ke meunasah (mushala) dan dataran lebih tinggi.
“Sore ini kami sudah buka dapur umum untuk pengungsi,” tuturnya.










