Banda Aceh — Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh secara resmi melepas keberangkatan relawan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik Kebencanaan dalam rangka pelaksanaan kegiatan pengabdian dan aksi kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir di Desa Suwak, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen. Pelepasan relawan tersebut dilakukan langsung oleh Rektor UIN Ar-Raniry, didampingi Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) beserta jajaran pimpinan fakultas.
Kegiatan KPM Relawan FTK ini merupakan bentuk kepedulian sivitas akademika terhadap kondisi masyarakat yang terdampak bencana banjir. Sebanyak 31 orang relawan FTK diberangkatkan untuk melaksanakan kegiatan kemanusiaan selama lima hari di lokasi terdampak banjir di Kabupaten Bireuen.
Dalam sambutannya, pihak pimpinan universitas dan fakultas menyampaikan apresiasi serta dukungan penuh terhadap para relawan yang akan terjun langsung ke tengah masyarakat. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya membantu pemulihan kondisi pascabencana, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran sosial dan penguatan nilai empati, solidaritas, serta pengabdian kepada masyarakat bagi mahasiswa.
Selain mendapat dukungan pimpinan universitas dan fakultas, kegiatan KPM Tematik Kebencanaan FTK ini juga didukung penuh oleh organisasi kemahasiswaan. Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FTK UIN Ar-Raniry, Al Ghifari Fandra, dan Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) FTK, Ilham Manziz, turut ikut membersamai dan terlibat langsung bersama relawan KPM Tematik Kebencanaan FTK selama pelaksanaan kegiatan di lapangan. Kehadiran pimpinan mahasiswa tersebut menjadi bentuk komitmen nyata DEMA dan SEMA FTK dalam mendukung serta mengawal kegiatan kemanusiaan mahasiswa.
Selama berada di lokasi, relawan KPM FTK melaksanakan berbagai kegiatan kemanusiaan, di antaranya membersihkan rumah-rumah warga dari lumpur sisa banjir, membantu aktivitas memasak di dapur umum, serta menyalurkan bantuan logistik sesuai kebutuhan masyarakat. Selain bantuan fisik, relawan juga fokus pada aspek sosial dan psikologis masyarakat, khususnya anak-anak.
Relawan FTK turut melakukan kegiatan pemulihan mental anak-anak melalui aktivitas edukatif dan rekreatif, serta mengajar mengaji sebagai bagian dari pendampingan spiritual dan pembentukan kembali rasa aman bagi anak-anak pascabencana. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu mengurangi trauma dan memberikan semangat baru bagi anak-anak yang terdampak banjir.
Selain itu, relawan KPM FTK juga menyalurkan bantuan kebutuhan warga berupa obat-obatan, termasuk obat untuk penyakit kulit, demam, dan gangguan kesehatan lainnya, serta kebutuhan dasar lain yang sangat dibutuhkan masyarakat pascabanjir.
Melalui kegiatan ini, KPM Tematik Kebencanaan FTK menunjukkan komitmen nyata dalam menjalankan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan dan penggerak kepedulian sosial. Aksi kemanusiaan ini tidak hanya menjadi bentuk respons terhadap bencana alam, tetapi juga memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Dengan dilepasnya relawan KPM Tematik Kebencanaan FTK secara resmi oleh Rektor, Dekan, dan jajaran pimpinan, serta didukung dan didampingi langsung oleh DEMA dan SEMA FTK, diharapkan kegiatan kemanusiaan ini dapat berjalan dengan lancar, aman, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Bireuen yang terdampak banjir.










