Tamiang – Pendakwah kondang Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) menyalurkan bantuan sosial kepada alumni Timur Tengah terdampak banjir di posko donasi “Jatti Peduli For Sumatera” di Desa Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.
“Ini sekarang saya bersilaturahmi dengan alumni-alumni Timur Tengah Indonesia yang ada di Aceh Tamiang dan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara,” kata Ustadz Bachtiar Nasir, di Aceh Tamiang, Jumat.
UBN datang sebagai Ketua Umum (Ketum) Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) khusus untuk bertemu alumni Timur Tengah yang ada di Aceh yang dipusatkan di Aceh Tamiang. Di sana, juga menyalurkan bantuan berupa barang-barang keperluan sehari-hari dan uang tunai.
Menurutnya, nilai strategis bagi alumni Timur Tengah di Aceh yang terpenting saat ini bisa membangun kekuatan spiritual, kekuatan moral dan mental, sehingga kedepannya bisa ikut memberikan dampak sosial dan ekonominya.
Sementara itu, alumni timur tengah di Aceh, Ustadz Marwan Ismail mengaku senang dengan kehadiran Ketum JATTI Ustadz Bachtiar Nasir dari Jakarta mengunjungi mereka yang sedang dilanda musibah.
Dirinya melaporkan, total alumni Timur Tengah di wilayah itu sebanyak 25 orang, tetapi sebagiannya masih berada di luar daerah karena urusan pekerjaan dan keluarga.
“Jadi yang hadir kira-kira ada 21 orang alumni Timur Tengah yang memang di sini atau yang terjangkau saja Langkat, Aceh Tamiang dan Langsa. Dari sekian banyak itu (21 orang) semuanya jadi korban bencana banjir, bahkan tiga orang diantaranya terbang (mengungsi keluar),” katanya.
“Semoga harta benda sebagian kami yang telah hilang mungkin Allah SWT akan mengganti lebih dari itu dan kami bisa lebih bergerak lagi dalam menjalankan dakwah ini,” harapnya.
Salah satu peserta pertemuan alumni Mesir itu, Ahmad Nabawi menyampaikan kalau saat ini sebagian dari mereka masih terguncang secara mental (trauma) karena rumahnya masih berlumpur, akses jalan masuk belum beres membuat warga banyak stres.
“Kami tidak bisa mengatakan bahwa mereka baik-baik saja, tapi mereka juga tidak sampai hati untuk menyampaikan membutuhkan bantuan,” demikian Ahmad Nabawi.










