JANTHO – Menyambut peringatan hari besar Islam Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW, Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kelompok Kerja (Pokja) 3 gampong Lamreung mengelar tradisi Toet Apam. Kegiatan Toet Apam (mebuat Kue sejenis serabi) sudah menjadi tradisi gampong yang digelar setiap tahunnya.
Kegiatan Toet Apam ini juga disebut dengan “Buleun Toet Apam, ketika memasuki bulan Rajab tahun Hijriah, berlangsung di Komplek Meunasah gampong Lamreung, Kecamatan Darul Imarah, kabupaten Aceh Besar, Sabtu, (17/01/2026).
Buleun Toet Apam merupakan prosesi adat menyiapkan kuliner khas Aceh yang dilakukan setahun sekali pada bulan Rajab (menjelang Ramadhan), dimana masyarakat membuat dan membagikan kue tradisional Apam sebagai ungkapan syukur, permohonan maaf, doa bersama untuk melestarikan budaya leluhur dengan melibatkan seluruh warga gampong, terutama para kaum hawa.
Menurut M. Aditya Al Asyi, SE Keuchik gampong Lamreung, prosesi Tout Apam dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW melibatkan semua ibu-ibu di gampong Lamreung di bawah bimbingan ketua PKK Maulina Rahmi, A.Md.Kl.
“Kegiatan Toet Apam ini bagi kami sudah menjadi tradisi turun temurun, ketika menyambut peringatan Israj Mi’raj, dilaksanakan oleh kaum ibu-ibu dengan cara bergotong royong. Kegiatan di bawah koordinator ketua PKK Maulina Rahmi, A.Md.Kl. berlangsung meriah dan sangat bersahaja,” sebut Keuchik Lamreung.
Aditya menambahkan, Apam yang sudah siap saji akan dibagikan kepada warga gampong. Sebelum pembagian, bag’da shalat Magreb di meunasah, para jamaah membaca tahlil, zikir dan doa. Prosesi religi ini bagian dari ungkapan rasa syukur warga terhadap karunia dan rahmat Allah SWT. Kemudian Apam di bagikan kepada jamaah untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing.
“Sebelumnya para ibu-ibu menyiapkan bahan, seperti tepung beras, santan, gula, pisang dan nangka. Kemudian juga menyiapkan peralatan, seperti bejana apam (cetakan tradisional), seringkali menggunakan tungku dengan bahan bakar daun kelapa kering sebagai kearifan lokal. Proses memasak, adonan apam dibakar dengan cetakan khas, kemudian disajikan dengan kuah manis (kuah Tuhe) yang terbuat dari santan dan campuran buah-buahan. Pembagian Apam yang sudah matang dibagikan ke sanak saudara, tetangga dan siapa pun yang lewat. Kondisi ini menciptakan suasana kebersamaan yang semarak dari satu rumah ke rumah lain atau kampung ke kampong,” pungkasnya.









