SINGKIL – Sejumlah nelayan dan warga Singkil mengaku kecewa dengan sikap Pemerintah Aceh terkait penanganan 4 pulau hasil sengketa dengan Pemprov Sumut beberapa waktu.
Pasalnya, keberadaan 4 pulau tersebut ternyata justru terlantar pasca dinyatakan kembali dalam adminitrasi Aceh. Padahal, Pemerintah Aceh pernah berjanji akan mengembangkan ke 4 pulau tersebut jika embali ke Aceh.
Kekecewaan ini diungkapkan oleh sejumlah nelayan dan pengiat wisata di Singkil kepada wartawan atjehwatch.com, Minggu 18 Januari 2026.
“Masih seperti sebelumnya Mas. Dulu sempat heboh Ketika diklaim milik Sumut. Para pejabat Aceh silih berganti datang ke Singkil. Sekarang kembali terlantar. Tak ada perubahan yang berarti,” ujar Sahil Deski, 57 tahun, nelayan yang mengaku sering melintasi 4 pulau di Singkil yang sempat bersengketa Sumut.
“Kemarin, kami sempat menaruh asa saat gubernur Aceh bilang mau memanfaatkan setiap jengkal tanah di sana untuk investasi. Katanya ditawarkan ke sana sini. Salah satunya dari timur tengah. Terbayang investasi disektor swasta, terutama pariwisata. Kalau pariwisata maju, efeknya kan ke kami juga. Ternyata sudah berbulan-bulan tak ada realisasi,” ujar Sahil.
Suwardin, 35 tahun, salah seorang penggiat wisata di Singkil, meminta pemerintah Aceh untuk segera merealisasi janjinya untuk membangun 4 pulau yang dimenangkan Aceh pasca sengketa dengan Sumut.
“Ini penting. Jangan sampai orang bilang pemerintah Aceh ingkar janji. Untuk Sumut gak boleh, tapi pemerintah Aceh sendiri mengabaikan keberadaan 4 pulau ini.”
“Kita berharap pemerintah Aceh segera merealisasikan janjinya,” kata dia.
Sebagaimana yang perlu diketahui, sengketa pulau Aceh–Sumatra Utara adalah sebuah sengketa antara Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatra Utara terhadap kepemilikan atas empat pulau yakni Pulau Mangkir Besar, Pulah Mangkir Kecil, Pulau Lipan, dan Pulau Panjang yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Aceh Singkil dan Kabupaten Tapanuli Tengah.
Sengketa ini dimenangkan oleh Aceh.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf pernah menyatakan akan memanfaatkan setiap akses di 4 pulau ini untuk mendongkrak sector pariwisata.









