Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Darwati A. Gani Soroti Pemotongan Dana Desa Saat Bertemu BPKP Aceh

redaksi by redaksi
08/05/2026
in Lintas Timur
0
Darwati A. Gani Soroti Pemotongan Dana Desa Saat Bertemu BPKP Aceh

BANDA ACEH — Anggota DPD RI asal Aceh, Darwati A. Gani, melakukan kunjungan silaturahmi ke BPKP Perwakilan Aceh dan diterima langsung oleh Kepala Perwakilan BPKP Aceh, Nanang Agus Sutrisno, Kamis (7/5/2026), di Banda Aceh.

Dalam pertemuan tersebut, Darwati menyampaikan keluhan masyarakat dan pemerintah gampong terkait pemotongan anggaran dana desa yang dinilai mulai berdampak terhadap pembangunan serta program pemberdayaan masyarakat di desa. Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat pemerintah desa menghadapi tantangan dalam menjalankan berbagai program untuk masyarakat.

“Kami menerima banyak keluhan dari masyarakat dan pemerintah desa terkait pemotongan anggaran dana desa. Tentu kondisi ini berdampak terhadap pembangunan dan program masyarakat di desa. Karena itu penguatan tata kelola dan pendampingan bagi aparatur desa menjadi penting agar program tetap berjalan baik dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” kata Darwati.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Perwakilan BPKP Aceh, Nanang Agus Sutrisno, mengatakan penguatan sumber daya manusia, tata kelola, dan manajemen risiko menjadi hal penting agar pelaksanaan program di desa dapat berjalan baik serta tidak menimbulkan persoalan hukum maupun administrasi di kemudian hari.

“Kalau kami berpikir, penguatan pertama harus di SDM, kemudian tata kelola dan manajemen risikonya. Karena di desa SDM pasti terbatas. Bagaimana kita bisa memampukan mereka supaya program ini sukses dan tidak bermasalah di kemudian hari,” ujar Nanang.

Selain persoalan dana desa, pertemuan tersebut juga membahas kesiapan pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih yang saat ini mulai dipersiapkan pemerintah di berbagai daerah. Nanang mengatakan tantangan terbesar program koperasi desa bukan hanya pada pembentukan kelembagaan, tetapi juga kesiapan SDM dan tata kelola koperasi agar dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Yang paling penting pada tata kelola koperasi desanya. Bagaimana setelah diberikan anggaran oleh pemerintah, lalu bagaimana cara memanajemennya supaya berhasil. Itu tantangan terbesar menurut kami,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Darwati juga menyinggung persoalan data desil masyarakat yang dinilai masih belum akurat dan berdampak terhadap layanan kesehatan masyarakat melalui program JKA dan BPJS.

“Masih ada masyarakat yang sebenarnya kurang mampu tetapi justru masuk kategori desil tinggi. Kondisi ini tentu berdampak terhadap akses layanan kesehatan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan JKA dan BPJS,” Ujar Darwati.

Menanggapi hal itu, Nanang mengatakan persoalan tersebut perlu mendapat perhatian melalui proses validasi dan pembersihan data agar bantuan dan layanan kesehatan benar-benar tepat sasaran.

“Ada data ganda, ada peserta yang sudah meninggal tetapi masih dibayarkan preminya. Ada juga kesalahan penempatan desil. Misalnya seseorang pernah kredit motor, langsung dianggap mampu. Padahal belum tentu begitu,” tutup Nanang.

Previous Post

Koalisi Sipil Gugat Penanganan Bencana Ekologis Sumatera ke PTUN

Next Post

Patah Tangan, Calon Haji Asal Aceh Barat Batal Berangkat ke Tanah Suci

Next Post
Patah Tangan, Calon Haji Asal Aceh Barat Batal Berangkat ke Tanah Suci

Patah Tangan, Calon Haji Asal Aceh Barat Batal Berangkat ke Tanah Suci

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

08/06/2026
Panas dan Angin Kencang Berpotensi Perluas Karhutla di Aceh

Januari hingga 6 Juni 2026, Aceh Alami Kerugian Rp34,7 Miliar Akibat Karhutla

08/06/2026
Terbukti Tilep Rp1,1 Miliar, Eks Bendahara DPMG-PKB Bireuen Divonis 6 Tahun Penjara

Terbukti Tilep Rp1,1 Miliar, Eks Bendahara DPMG-PKB Bireuen Divonis 6 Tahun Penjara

08/06/2026
Pesantren Modern Al Zahrah Tingkatkan Kompetensi Guru Asuh melalui Program Penguatan Tahsin

Pesantren Modern Al Zahrah Tingkatkan Kompetensi Guru Asuh melalui Program Penguatan Tahsin

08/06/2026
Jendela Masjid Al-Muttaqin Bener Meriah Rusak Usai Gempa 4,2 Magnitudo

Jendela Masjid Al-Muttaqin Bener Meriah Rusak Usai Gempa 4,2 Magnitudo

08/06/2026

Terpopuler

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Nyan, Bupati Pidie Jaya Perintahkan Pendataan Anak Putus Sekolah, Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Putus Rantai Kemiskinan

Darwati A. Gani Soroti Pemotongan Dana Desa Saat Bertemu BPKP Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com