Jakarta – Menteri Agraria Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid menyampaikan banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi beberapa waktu lalu di wilayah Sumatera berdampak pada kantor pertanahan (kantah). Setidaknya, ada empat kantah yang terisolir akibat banjir, yakni Kantah Kabupaten Aceh Tamiang, Kantah Kabupaten Bener Meriah, Kantah Kabupaten Aceh Tengah, dan Kantah Kabupaten Gayo Lues.
“Bencana banjir dan tanah longsor ini menyebabkan kantor tanah (di) Aceh Tamiang terisolir, termasuk tiga kantah lainnya,” ujar Nusron dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).
Nusron menerangkan bencana alam tersebut berdampak besar di Kantah Kabupaten Aceh Tamiang. Bahkan pelayanan di Kantah Aceh Tamiang harus dipindahkan ke kota lain. Namun, nilai kerusakan gedung serta bangunan masih dalam proses perhitungan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Lebih lanjut, sarana dan prasarana perkantoran mengalami rusak parah bahkan rusak berat. Beberapa dokumen seperti buku tanah, surat ukur, serta warkah mengalami kerusakan akibat terendam banjir dan lumpur.
Untuk mengatasi hal itu, Nusron telah mengalokasikan anggaran Rp 3,1 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk sewa ruko dan kantor di Kabupaten Langkat dan Kabupaten Langsa sebagai layanan sementara.
“Kemudian pengadaan untuk kantor baik pelayanan back office maupun front office serta restorasi arsip dan layanan arsip nasional dan kemudian dilakukan untuk evakuasi sementara untuk mengamankan dokumen,” tambah Nusron.









