BANDA ACEH — Baitul Mal Aceh kembali menegaskan perannya dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui dukungan pendanaan Program Pembekalan Keterampilan Kerja dan Pemantapan Bahasa Japanese Bootcamp 2025–2026 yang dibuka secara resmi di SMK PPN Saree, Aceh Besar.
Program ini dibiayai melalui dana infaq Baitul Mal Aceh Tahun 2025 dan diikuti oleh 36 peserta calon pekerja migran yang dipersiapkan untuk bekerja di Jepang. Selama 13 hari secara boarding, peserta dibekali keterampilan kerja sektor pertanian serta pemantapan bahasa Jepang sebagai modal utama memasuki dunia kerja internasional.
Komisioner Baitul Mal Aceh, Tgk. Muda Wali Ibrahim, S.Ag., M.Pd., yang membuka kegiatan secara resmi, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi Baitul Mal Aceh dalam mengarahkan dana umat ke program-program produktif dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya kesungguhan peserta agar manfaat program dapat dirasakan secara jangka panjang.
“Program ini dibiayai dari sumber dana infaq Baitul Mal Aceh Tahun 2025. Harapannya, para peserta kelak dapat bertransformasi dari mustahik menjadi muzakki, serta terus berkontribusi untuk pembangunan Aceh melalui Baitul Mal,” ujar Tgk. Muda Wali Ibrahim dalam arahannya.
Pelaksanaan Japanese Bootcamp ini merupakan hasil kolaborasi antara Baitul Mal Aceh, UPT Bahasa Universitas Syiah Kuala, PT Natuna Malacca Ocean, dan SMKPP Saree.
Sinergi lintas lembaga ini menunjukkan bahwa pengelolaan dana zakat dan infaq dapat diarahkan untuk memperkuat akses kerja, meningkatkan kemandirian ekonomi, serta membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Aceh.
Melalui dukungan terhadap program ini, Baitul Mal Aceh berharap nilai-nilai sosial, tanggung jawab, dan keberlanjutan dapat terus terjaga, sehingga manfaat dana umat dapat dirasakan secara luas dan berkesinambungan.









