Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

50 Mahasiswa FISIP USK Laksanakan Pengabdian Berdampak di Langkahan

redaksi by redaksi
06/02/2026
in Kampus
0
50 Mahasiswa FISIP USK Laksanakan Pengabdian Berdampak di Langkahan

Dekan FISIP USK sedang menyampaikan arahan sekaligus pelepasan rombongan bertempat di FISIP USK, 5 Februari 2026

Banda Aceh – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala (FISIP USK) kembali menegaskan perannya dalam pengabdian kepada masyarakat. Sebanyak 50 mahasiswa resmi dilepaskan oleh Dekan FISIP USK, Prof. Dr. Mahdi Syahbandir, S.H., M.Hum., untuk melaksanakan Program Pengabdian Mahasiswa Berdampak yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Program pengabdian tersebut akan berlangsung selama 20 hari penuh, terhitung sejak 5 hingga 25 Februari 2026, dengan lokasi kegiatan di Desa Lubok Mane, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Wilayah ini merupakan salah satu kawasan terdampak bencana banjir dan banjir bandang yang melanda Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatera dalam beberapa waktu terakhir.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya nasional Kemendiktisaintek dalam mendukung pemulihan sosial, lingkungan, dan pendidikan masyarakat pascabencana, yang tidak hanya dilaksanakan di Aceh, tetapi juga di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Ketua Program Pengabdian Berdampak dari FISIP USK, Maimun, S.Pd., M.Soc.Sc., menjelaskan bahwa tim mahasiswa akan menjalankan dua program pemulihan utama yang dirancang berdasarkan kebutuhan riil masyarakat di lokasi pengabdian.

“Pertama, kami melaksanakan program pemurnian air bersih dan pipanisasi, sebagai respons atas terganggunya akses air layak konsumsi pascabanjir. Kedua, kami fokus pada pemulihan ekosistem pendidikan, melalui kegiatan penguatan literasi dan numerasi, serta pendampingan psikososial bagi anak-anak dan warga terdampak,” ujar Maimun.

Ia menambahkan, program ini tidak hanya bertujuan memulihkan kondisi fisik dan pendidikan masyarakat, tetapi juga memperkuat kembali ketahanan sosial dan mental warga setelah mengalami bencana.

“Kami ingin kehadiran mahasiswa benar-benar memberi dampak nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial,” katanya.

Sementara itu, Dekan FISIP USK Prof. Dr. Mahdi Syahbandir dalam sambutannya menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan pilar penting tridarma perguruan tinggi. Menurutnya, mahasiswa harus hadir sebagai agen perubahan yang mampu membaca persoalan sosial dan menawarkan solusi berbasis keilmuan.

“Mahasiswa FISIP tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga diuji kepekaan sosialnya di tengah masyarakat. Program ini menjadi ruang pembelajaran nyata tentang empati, solidaritas, dan tanggung jawab akademik dalam situasi krisis,” ujar Mahdi.

Ia juga menekankan bahwa pendekatan yang digunakan harus menghormati kearifan lokal dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat desa agar hasil program dapat berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, FISIP USK berharap tercipta model pengabdian mahasiswa yang berdampak langsung, sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Selain itu, program ini diharapkan mampu membantu mempercepat pemulihan kehidupan sosial dan pendidikan masyarakat Desa Lubok Mane pascabencana, serta menjadi inspirasi bagi pelaksanaan pengabdian serupa di wilayah terdampak lainnya.

Wakil Dekan 3 FISIP USK sebagai ketua pelaksana pengabdian sedang melaksanakan serahterima mahasiswa dengan perangkat desa dan kecamatan serta unsur sekolah, di SD negeri 14 kecamatan Langkahan, Aceh Utara, 6 Februari 2026.
Previous Post

Masuki Fase Pemulihan Pascabencana, Pemerintah Aceh Ajukan Rp 153 Triliun Anggaran

Next Post

KNPI Abdya Soroti Kepemimpinan Plt Kacabdin Abdya, Dukung Langkah Bupati Minta Evaluasi Pemerintah Aceh

Next Post
KNPI Abdya Soroti Kepemimpinan Plt Kacabdin Abdya, Dukung Langkah Bupati Minta Evaluasi Pemerintah Aceh

KNPI Abdya Soroti Kepemimpinan Plt Kacabdin Abdya, Dukung Langkah Bupati Minta Evaluasi Pemerintah Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Darwati A. Gani Dorong Literasi dan Daya Kritis dalam Penguatan 4 Pilar

Darwati A. Gani Dorong Literasi dan Daya Kritis dalam Penguatan 4 Pilar

13/09/2026
Polisi Kembali Ringkus Tiga Pelaku Curanmor di Banda Aceh

Polisi Kembali Ringkus Tiga Pelaku Curanmor di Banda Aceh

13/09/2026
Warga Aceh Besar Ditangkap Usai Diduga Terlibat ‘Penggelapan’ Sepeda Motor

Warga Aceh Besar Ditangkap Usai Diduga Terlibat ‘Penggelapan’ Sepeda Motor

13/09/2026
ICMI Aceh Dorong Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan

ICMI Aceh Dorong Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan

13/09/2026
Distan Aceh Besar Hidupkan Kembali Pasar Tani

Distan Aceh Besar Hidupkan Kembali Pasar Tani

13/09/2026

Terpopuler

Misteri ‘Talak 3’ Bunda Salma dan Cipratan Kopi Aceh

Misteri ‘Talak 3’ Bunda Salma dan Cipratan Kopi Aceh

13/09/2026

50 Mahasiswa FISIP USK Laksanakan Pengabdian Berdampak di Langkahan

Setelah 20 Tahun Menanti, Tim Voli Abdya Lolos ke PORA

Bupati Abdya Dr. Safaruddin Terima Penghargaan Pembina Olahraga Berprestasi dari Gubernur Aceh

Kwarcab Abdya Peringati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Usung Tema Swasembada Pangan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com