Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kolom

Bimbingan Perkawinan: Ikhtiar Membangun Ketahanan Keluarga Sejak Awal

redaksi by redaksi
15/02/2026
in Kolom
0
Bimbingan Perkawinan: Ikhtiar Membangun Ketahanan Keluarga Sejak Awal

Penulis Muhammad Ali Akbar, S.Pd.I., M.Pd.I. Penyuluh Agama Islam KUA Tapaktuan

Bimbingan Perkawinan yang dilaksanakan di KUA Tapaktuan pada Kamis, 12 Februari 2026, dengan jumlah peserta 6 pasang calon pengantin, merupakan langkah strategis dan visioner dalam menyiapkan generasi keluarga Muslim yang kuat. Bimbingan ini bukan sekadar agenda administratif sebelum akad nikah, tetapi ikhtiar serius negara dan agama untuk mempersiapkan calon suami dan istri menghadapi realitas kehidupan rumah tangga yang kompleks.

Fenomena yang kita saksikan hari ini sungguh memprihatinkan: banyak pernikahan berumur sangat singkat, bahkan belum genap satu atau dua tahun sudah berujung perpisahan. Masalah ekonomi, konflik psikologis, minimnya pemahaman agama, serta ketidaksiapan mental menjadi penyebab dominan. Maka, hadirnya Bimwin adalah jawaban preventif, bukan reaktif, agar pernikahan tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga kokoh secara spiritual, emosional, dan sosial.

Allah SWT menegaskan bahwa pernikahan adalah ikatan suci yang bertujuan menghadirkan ketenangan dan kasih sayang:

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang.” (QS. Ar-Rūm: 21)

Ayat ini menegaskan bahwa keluarga sakinah tidak hadir dengan sendirinya, tetapi perlu ilmu, kesiapan, dan pengelolaan yang benar. Inilah landasan utama Bimbingan Perkawinan.

1. Mempersiapkan Keluarga Sakinah

Keluarga sakinah bukan sekadar rumah tanpa konflik, tetapi keluarga yang mampu mengelola konflik dengan nilai iman dan akhlak. Dalam Bimwin, calon pengantin dibekali pemahaman tentang peran dan tanggung jawab suami-istri, hak dan kewajiban, serta prinsip musyawarah dalam rumah tangga.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.”(HR. Tirmidzi)

Hadis ini menegaskan bahwa indikator kesalehan seorang Muslim tidak berhenti di masjid, tetapi tercermin dalam sikapnya di rumah. Keluarga sakinah lahir dari akhlak, komunikasi yang sehat, dan kesadaran bahwa pernikahan adalah amanah, bukan sekadar pemenuhan keinginan.

2. Menjaga Kesehatan Reproduksi

Kesehatan reproduksi sering dianggap tabu untuk dibicarakan, padahal ia sangat menentukan keharmonisan dan keberlangsungan keluarga. Dalam Islam, menjaga kesehatan adalah bagian dari menjaga amanah tubuh.

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah: 195)

Melalui Bimwin, calon pengantin diberi pemahaman tentang kesehatan reproduksi, perencanaan kehamilan, serta pentingnya saling menjaga dan menghormati pasangan. Keluarga yang sehat secara fisik akan lebih siap membangun ketahanan emosional dan spiritual.

3. Mempersiapkan Generasi Berkualitas

Anak bukan sekadar keturunan, tetapi amanah besar dari Allah SWT. Kualitas generasi masa depan sangat ditentukan oleh kesiapan orang tua, bahkan sejak sebelum pernikahan.

Allah SWT mengingatkan:

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrīm: 6)

Ayat ini menegaskan bahwa orang tua bertanggung jawab atas pendidikan iman, akhlak, dan karakter anak. Bimwin membangun kesadaran bahwa mendidik anak dimulai dari mendidik diri sendiri, dari cara berpikir, bersikap, dan menyelesaikan masalah dalam keluarga.

4. Mengelola Psikologi Keluarga dan Dinamika Perkawinan

Setiap pernikahan pasti menghadapi dinamika: perbedaan karakter, latar belakang, hingga tekanan ekonomi. Tanpa pemahaman psikologis, konflik kecil dapat membesar dan berujung perceraian.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Orang kuat bukanlah yang menang dalam bergulat, tetapi orang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bimwin mengajarkan pengendalian emosi, empati, komunikasi efektif, serta penyelesaian konflik secara dewasa. Inilah fondasi penting agar rumah tangga tidak rapuh ketika diuji.

5. Memenuhi Kebutuhan Keluarga

Pemenuhan kebutuhan keluarga bukan semata soal materi, tetapi juga nafkah batin, perhatian, dan rasa aman. Islam menekankan keseimbangan antara usaha dan tawakal.

“Cukuplah seseorang berdosa jika ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.” (HR. Abu Dawud)

Bimwin menanamkan kesadaran bahwa suami dan istri adalah mitra, saling menguatkan dalam memenuhi kebutuhan keluarga sesuai kemampuan dan kondisi, bukan saling menuntut tanpa empati.

Penutup: Bimwin sebagai Pilar Ketahanan Keluarga

Bimbingan Perkawinan bukan sekadar formalitas, melainkan ikhtiar preventif untuk membangun ketahanan keluarga sejak awal. Dengan pemahaman agama, kesehatan, psikologi, dan tanggung jawab sosial, calon pengantin diharapkan mampu membangun rumah tangga yang kokoh menghadapi tantangan zaman.

Semoga melalui Bimwin ini lahir keluarga-keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, serta menjadi fondasi lahirnya generasi yang beriman, berakhlak, dan berkualitas. Keluarga kuat melahirkan masyarakat kuat, dan masyarakat kuat adalah pilar kejayaan umat.

Previous Post

Manager PLN ULP Blangpidie Berganti, Zafandilla Digantikan Putra Daerah

Next Post

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Sosialisasi Prodi Kesos di SMAN 6 Abdya

Next Post
Mahasiswa UIN Ar-Raniry Sosialisasi Prodi Kesos di SMAN 6 Abdya

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Sosialisasi Prodi Kesos di SMAN 6 Abdya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Darwati A. Gani Dorong Literasi dan Daya Kritis dalam Penguatan 4 Pilar

Darwati A. Gani Dorong Literasi dan Daya Kritis dalam Penguatan 4 Pilar

13/09/2026
Polisi Kembali Ringkus Tiga Pelaku Curanmor di Banda Aceh

Polisi Kembali Ringkus Tiga Pelaku Curanmor di Banda Aceh

13/09/2026
Warga Aceh Besar Ditangkap Usai Diduga Terlibat ‘Penggelapan’ Sepeda Motor

Warga Aceh Besar Ditangkap Usai Diduga Terlibat ‘Penggelapan’ Sepeda Motor

13/09/2026
ICMI Aceh Dorong Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan

ICMI Aceh Dorong Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan

13/09/2026
Distan Aceh Besar Hidupkan Kembali Pasar Tani

Distan Aceh Besar Hidupkan Kembali Pasar Tani

13/09/2026

Terpopuler

Misteri ‘Talak 3’ Bunda Salma dan Cipratan Kopi Aceh

Misteri ‘Talak 3’ Bunda Salma dan Cipratan Kopi Aceh

13/09/2026

Bimbingan Perkawinan: Ikhtiar Membangun Ketahanan Keluarga Sejak Awal

Setelah 20 Tahun Menanti, Tim Voli Abdya Lolos ke PORA

Bupati Abdya Dr. Safaruddin Terima Penghargaan Pembina Olahraga Berprestasi dari Gubernur Aceh

Kwarcab Abdya Peringati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Usung Tema Swasembada Pangan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com