BANDA ACEH – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh menggelar pertemuan rutin di Aula Kanwil Kemenag Aceh yang diisi dengan pembahasan materi Manajemen Keuangan Keluarga bersama narasumber Hj Rahmatillah Rasyidin, sekaligus perpisahan dengan Wakil Ketua DWP Kanwil Kemenag Aceh, Ny Riza Evarianti Ahmad Yani dan turut dihadiri anggota DWP serta karyawati Kanwil Kemenag Aceh, Jumat, 27 Februari 2026.
Dalam paparannya, Hj Rahmatillah menekankan pentingnya literasi keuangan bagi para ibu dalam menjaga keseimbangan dan kesehatan ekonomi rumah tangga. Ia menyampaikan berbagai strategi mulai dari perencanaan anggaran, pengendalian belanja, hingga persiapan tabungan dan pengelolaan risiko.
“Mengatur keuangan dengan baik adalah salah satu bentuk ikhtiar menjaga amanah keluarga. Bila kita mampu merencanakan dengan bijak, maka insyaAllah keluarga kita lebih siap menghadapi setiap perubahan zaman,” ujar Hj Rahmatillah.
Agenda pertemuan dilanjutkan dengan acara perpisahan Wakil Ketua DWP, Ny Riza Evarianti Ahmad Yani, seiring masa purnabakti suaminya, Ahmad Yani, sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Aceh. Dalam suasana penuh haru, ia menyampaikan ucapan pamit serta rasa terima kasih atas kebersamaan dan dukungan yang diterimanya selama ini. Ia juga mengungkapkan banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang diperoleh sepanjang bertugas, serta memohon maaf apabila terdapat tutur kata atau sikap yang kurang berkenan.
“Banyak pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan di sini, dan itu menjadi kesan yang sulit saya lupakan. Apabila selama saya bertugas ada tutur kata dan sikap saya yang kurang berkenan, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DWP Kanwil Kemenag Aceh Ny Nurlaili Azhari menyampaikan apresiasi mendalam atas pengabdian dan dedikasi Wakil Ketua selama menjabat. Ia menegaskan bahwa perpisahan bukanlah akhir dari kebersamaan, serta mengajak seluruh anggota untuk tetap menjaga hubungan kekeluargaan yang telah terjalin.
“Perpisahan ini bukanlah akhir. Saya berharap, meskipun kita tidak lagi berada dalam satu kepengurusan, hubungan kekeluargaan yang telah terbentuk tetap terjaga dan menjadi pengikat silaturahmi bagi kita semua,” tutur Nurlaili.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata sebagai bentuk apresiasi, dilanjutkan dengan saling bermaaf-maafan dalam suasana Ramadan untuk mempererat silaturahmi, serta sesi foto bersama dan ramah tamah yang menambah kehangatan dan kebersamaan di akhir acara.[]










