BANDA ACEH – Pernyataan Presiden Prabowo soal pemulihan Aceh pasca banjir dan longsor sudah 100 persen jadi pembicaraan serius para korban banjir di Aceh.
Statemen tersebut turun menjadi pembahasan serius sesama warga saat silaturahmi Idul Fitri pada Minggu 22 Maret 2026.
“Kata pak Prabowo sudah 100 persen pemulihan. Kami tak tahu dimananya 100 persen. Karena lumpur rumah dari hari terkena musibah hingga sekarang, kami masih menangani sendiri. Pemerintah tak hadir,” kata Teungku Mustafa, 47 tahun, salah seorang warga di Krueng Mane, Aceh Utara, Minggu 22 Maret 2026.
“Coba lihat beberapa kamar masih berlumpur. Kami belum bisa membersihkan semua,” ujarnya lagi.
Sementara itu, Yudhi Kurniawan, 34 tahun, korban banjir lainnya di Krueng Geukuh, Aceh Utara, juga menyesalkan adanya statemen dari Prabowo soal pemulihan hamper 100 persen.
“Seharusnya masih banyak persoalan yang tersisa. Rumah rumah warga di Aceh masih banyak berlumpur karena memang harus mengandalkan diri sendiri. Kemudian sawah sawah juga masih rusak sehingga warga tak bisa mencari rezeki,” ujar dia.
Yudhi berharap pemerintah bisa turun tangan untuk merehab sawah warga yang rusak akibat banjir.
“Namun sampai belum ada tindakan adapun. Padahal selama ini kami bergantung pada hasil sawah untuk hidup,” kata dia.
Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung progres pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Kepala Negara memastikan penanganan dampak bencana telah mencapai hampir 100 persen, ditandai dengan seluruh warga terdampak yang kini telah menempati hunian layak tepat sebelum perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.
“Alhamdulillah, di tenda sudah tidak ada lagi, sudah 100 persen keluar. Semua sudah masuk ke hunian-hunian sementara maupun tetap. Listrik juga hampir semuanya sudah jalan, hanya tersisa lima desa di seluruh Aceh yang memang medannya sulit. Bantuan semua sudah turun ke rakyat,” ujar Prabowo usai melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Darussalam, kawasan Hunian Sementara (Huntara) Kebun Tanjung Seumantoh, Aceh, dikutip dari Antara, Sabtu, 21 Maret 2026.









