Banda Aceh – Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah mengajak kalangan generasi muda di provinsi ujung barat Indonesia tersebut mengimplementasikan program green policing atau kepolisian hijau guna menjaga kelestarian lingkungan hidup.
“Konsep green policing ini sebagai upaya kolaboratif dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Karena itu, kami mengajak generasi muda di Aceh ikut serta mengimplementasikan program green policing,” kata Marzuki Ali Basyah di Banda Aceh, Kamis.
Pernyataan tersebut disampaikan Marzuki Ali Basyah ketika menerima audiensi komunitas Green Leadership Indonesia Aceh serta komunitas anak muda yang aktif dalam kegiatan lingkungan hidup.
Kapolda mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Oleh karena itu, program green policing tersebut sejalan dengan peran tersebut dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di Provinsi Aceh.
“Program green policing ini juga untuk mewujudkan Aceh hijau. Karena itu, kami mengajak kalangan anak muda bersinergi dengan kepolisian mengimplementasikan program-program green policing,” katanya.
Kapolda mengatakan program green policing yang telah dilakukan di antaranya penanaman mangrove di sepanjang garis pantai serta tanaman lainnya di sejumlah bantaran sungai.
Menurut dia, penanaman mangrove dan tanaman lainnya tersebut untuk memperkuat struktur tanah guna mencegah abrasi dan erosi. Serta menjaga kualitas air tanah untuk sumber penghidupan.
“Penanaman ini kami rencanakan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, khusus kalangan anak-anak muda sebagai agen perubahan,” kata Marzuki Ali Basyah.
Sebagai tindak lanjut kepolisian hijau tersebut, kata dia, Polda Aceh merencanakan program pendidikan singkat terkait isu kepemimpinan hijau. Kegiatan tersebut direncanakan digelar di seluruh jajaran polres pada Juli 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara.
“Kami berharap peran aktif masyarakat, khususnya generasi muda, terus meningkat dalam menjaga kelestarian lingkungan serta memulihkan ekosistem yang rusak di Provinsi Aceh,” kata Marzuki Ali Basyah.










