SIGLI – Sejak awal lebaran sepekan terakhir, harga ikan laut segar di kawasan Provinsi Aceh mahal. Itu karena masih banyak para nelayan setempat belum beraktivitas turun ke laut.
Tentu sebagian mereka masih merayakan lebaran seperti mengunjungi keluarga atau bepergian jauh bersama sanak keluar. Lalu berujung terhadap produksi ikan laut segar terbatas dan kekeruang stok di pasaran.
Amatan di pasar ikan grosir Pante Teungoh, Kota Sigli, Ibukota Kabupaten Pidie misalnya, harga ikan gembung dari sebelumnya Rp30.000/kg (kilogram), sejak awal lebaran 2026 naik menjadi Rp40.000/kg. Lalu ikan dencir dari sebelumnya Rp35.000/kg, kini menjadi Rp 45.000/kg.
Begitu juga harga ikan bandeng dari Rp35.000/kg, sekarang menjadi Rp45.000/kg. Berikutnya ikan tongkol dari Rp30.000/kg, naik menjadi Rp40.000/kg.
“Nelayan belum banyak melaut, pasukan ikan segar masih kurang. Maka harganya lebih mahal” tutur Muslim, pedagang ikan eceran di Pasar Ikan Pante Teungoh, Sigli, Pidie.
Dikatakan Muslim, para nelayan tradisional yang beraktivitas mencari ikan di perairan Selat Malaka diperkirakan baru ramai pada pekan depan. Itu terkait dengan berakhir perayaan lebaran dan musim saling kunjung silaturrahmi ketempat keluarga atau kerabat.
“Sekarang sekolah juga masih libur, banyak orang mengujungi keluarga yang berjauhan dengan memboyong keluarga dan anak mereka. Pekan cepat sekolah pun sudah aktif, semua kembali beraktivitas sebagaimana biasanya. Berita Indonesia
Catatan Media Indonesia, ada dua perairan tempat para nelayan beraktivitas mencari ikan. Para nelayan di wilayah barat selata mencari ikan di perairan Samudera Hindia. Sedangkan mereka yang berada di wilayah utara dan timur Aceh, turun melaut di perairan Selat Malaka.
Setiap musim lebaran di Aceh sudah menjadi tradisi turun temurun, warga saling mengunjungi atau bersilaturahmi ke tempat orang tua, sesama saudara dan kerabat. Begitu juga melayan, sesuai kearifan lokal tidak dibenarkan melaut tiga hari awal lebaran.










