Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Kisah ‘The Doctor’ Pasok Narkoba dari Bos Asal Aceh dan Malaysia

redaksi by redaksi
09/04/2026
in Nanggroe
0
Kisah ‘The Doctor’ Pasok Narkoba dari Bos Asal Aceh dan Malaysia

Bareskrim Polri mengungkap asal narkoba jaringan The Doctor yang diedarkan ke Indonesia dari Malaysia. ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN

Jakarta – Bareskrim Polri mengungkap asal narkoba jaringan The Doctor yang diedarkan ke Indonesia dari Malaysia.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan Andre Fernando alias Charlie alias The Doctor memiliki dua bos dalam sindikat internasional.

“Andre Fernando alias The Doctor diketahui memiliki dua orang atasan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4).

Eko mengatakan keduanya merupakan Hendra yang juga Warga Negara Indonesia (WNI) asal Aceh dan Tomi yang merupakan warga kenegaraan Malaysia. Keduanya, kata dia, bermukim dan beroperasi di wilayah Malaysia.

“Kedua atasan tersebut diketahui tidak saling mengenal satu sama lain,” jelasnya.

Ia menjelaskan selama ini Andre berperan sebagai sosok perantara sekaligus penjamin transaksi antara kedua pemasok itu dengan para pembeli di Indonesia.

Kepada penyidik, Andre mengaku mengenal Hendra melalui rekannya Hendro alias Nemo. Sementara untuk Tomy, ia bertemu ketika sedang bermain judi di Genting Highlands, Malaysia.

Dari Hendra, Andre tercatat menerima sabu sebanyak dua kali, yakni 2 kilogram dan 3 kilogram pada Februari 2026 dengan harga Rp380 juta per kilogram, lalu dijual kembali seharga Rp390 juta per kilogram.

Ia juga menerima etomidate ukuran kecil sebanyak 500 butir pada Januari 2026 seharga Rp1,6 juta per butir dan dijual kepada Ikha Novita Sari seharga Rp1,8 juta per butir.

Selain itu, Andre juga mendapat narkoba jenis ‘happy five’ sebanyak 50 bungkus pada Desember 2025 seharga Rp1,8 juta per bungkus dan dijual kembali seharga Rp2 juta per bungkus.

Sementara dari Tomy, Andre menerima etomidate ukuran kecil sebanyak 250 butir pada Desember 2025 dan 397 butir pada Januari 2026, masing-masing seharga Rp1,7 juta per butir, lalu dijual seharga Rp1,8 juta per butir.

Selanjutnya ia menerima etomidate ukuran besar sebanyak 700 butir pada Februari 2026 seharga Rp1,7 juta per butir dan menjualnya seharga Rp2,2 juta per butir.

Transaksi pembayaran dilakukan di kawasan Whiterabit PIK maupun di luar lokasi tersebut.

Andre Fernando menjadi DPO dalam kasus narkotika yang melibatkan bandar narkoba Ko Erwin. Kasus Koh Erwin turut menyeret mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro dan mantan Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota AKP Malaungi.

Andre disebut merupakan sosok yang menyediakan sabu yang dibeli Ko Erwin untuk diedarkan di wilayah Bima, NTB. Ko Erwin diketahui 2 kali melakukan transaksi kepada Andre pada Januari 2026.

Transaksi pertama senilai Rp400 juta per 2 kg sabu. Kemudian, transaksi kedua Rp400 juta dengan sabu yang diterima seberat 3 kg.

Ko Andre memiliki jaringan di daerah Riau. Ia memasukkan cartridge vape yang mengandung etomidate dengan merek Ferarri dan Lamborgini melalui jalur laut dari Malaysia melewati Dumai, Riau.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Pidie Jaya Kembali Dilanda Banjir

Next Post

Progres Pembangunan Huntara di Aceh Capai 91 Persen

Next Post
Progres Pembangunan Huntara di Aceh Capai 91 Persen

Progres Pembangunan Huntara di Aceh Capai 91 Persen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Susi Air Kembali Beroperasi di Nagan Raya, Bupati TRK: Perkuat Konektivitas dan Buka Peluang Investasi

Susi Air Kembali Beroperasi di Nagan Raya, Bupati TRK: Perkuat Konektivitas dan Buka Peluang Investasi

03/11/2026
Ustazah Hazra Ingatkan Santri Al Zahrah Optimalkan Waktu Jelang Ujian

Ustazah Hazra Ingatkan Santri Al Zahrah Optimalkan Waktu Jelang Ujian

03/11/2026
Tanoh Gayo Kehilangan Tokoh Inspiratif, Syahrial Enang-Enang Berpulang

Tanoh Gayo Kehilangan Tokoh Inspiratif, Syahrial Enang-Enang Berpulang

03/11/2026
Hari Pers Nasional Milik Siapa? Firdaus Dipecat Gara-gara Minta Keadilan

Hari Pers Nasional Milik Siapa? Firdaus Dipecat Gara-gara Minta Keadilan

03/11/2026
Ohku, Ketua DPRK Nagan Raya Digerebek Istri Saat ‘Berduaan dengan Wanita’ di Rumah Dinas

Wakil Ketua IPELMASRA Minta Dugaan Skandal Rumah Dinas Diusut

03/11/2026

Terpopuler

Saat Kenduri Maulid Jadi Panggung Perlawanan

Saat Kenduri Maulid Jadi Panggung Perlawanan

02/11/2026

Sukandi Salah Minum Obat : Abas Jadi Corong Ala, Farid Wajidi Bongkar Kejanggalan Pengurus Nya

Ohku, 81 Situs Cagar Budaya Pidie Jaya Terancam, Masjid Berusia 400 Tahun Diterjang Lumpur

Setahun Pascabanjir Besar, 18 Gampong Pidie Jaya Kembali Dikepung Air

Enam Desa di Aceh Barat Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com