JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengusulkan agar dana otonomi khusus (otsus) untuk Aceh kembali diperpanjang. Usulan ini disampaikan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi daerah serta kebutuhan pemulihan pascabencana yang masih berlangsung.
“Nah ini mungkin sambil itu juga mungkin salah satu pendorong kalau menurut kami perlu adanya dana Otsus ini diperpanjang di Aceh dan kalau memang kemampuan fiskal negara memungkinkan, mungkin dikembalikan ke 2 persen, saran kami,” ujar Tito dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI, Senin (13/4/2026).
“Dan kalau kami melihat dari situasi, apalagi ada bencana, kami melihat cukup rasional,” sambungnya.
Tito menjelaskan, permintaan perpanjangan dana otsus juga secara konsisten disampaikan oleh pemerintah daerah dan delegasi dari Aceh dalam berbagai kesempatan.
Bahkan, lanjut Tito, Aceh juga mengusulkan peningkatan besaran dana otsus, dengan mengacu pada skema yang diterapkan di Papua.
“Ya mungkin melihat dari Papua bertambah 2,25 persen sampai tahun 2040 ya, 41 ya? Dan kemudian mereka juga mengharapkan Otsus ini diperpanjang dan dananya, besarannya juga ya kalau enggak bisa sama seperti Papua 2,25 persen kembali ke 2 persen. Itu permintaannya dari teman-teman di sana,” ungkap Tito.
Lebih lanjut, Tito pun mengungkapkan bahwa proses pemulihan pascabencana di Aceh membutuhkan waktu yang tidak singkat, bahkan diperkirakan hingga tiga tahun. Dia menegaskan, kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama dalam mendorong perpanjangan dana otsus bagi Aceh.
“Karena jumlah jembatan yang harus dipermanenkan, jalan-jalan yang harus dipermanenkan yang sementara, kemudian juga fasilitas pendidikan jumlahnya lebih dari 4.000 yang terdampak,” ucapnya.
“Belum lagi bicara untuk masalah perumahan bagi masyarakat yang hilang atau rusak berat itu hampir 36.000. Kemudian juga sungai, normalisasi sungai itu lebih kurang 79 sungai yang harus dikerok dan itu panjang,” kata dia.
Tito menambahkan, kondisi di lapangan juga masih belum stabil karena bencana terus berulang di sejumlah wilayah, di antaranya Pidie Jaya dan Aceh Tengah.
“Minggu lalu Aceh Tengah hujan lebat jalan-jalan longsor lagi, jembatan juga banyak yang ada beberapa yang kemudian terseret lagi ini. Kemudian juga dua hari yang lalu di Pidie Jaya banjir lagi, Bupatinya lapor sama saya 50 cm sampai 80 cm lumpur di sana,” pungkasnya.









