Banda Aceh – Satu korban ledakan di Kapal Aceh Hebat (AH) 2 Fakhri Herdieco meninggal dunia dalam perawatan di RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh. Fakhri berasal dari Binjai, Sumatera Utara.
Informasi meninggalnya Fakhri diunggah di media sosial Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati, Aceh Besar. Fakhri yang merupakan taruna DP-IV Pembentukan Teknika meninggal dunia pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 22.55 WIB.
“Segenap civitas akademika Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam atas wafatnya Fakhri Herdieco,” tulis Instagram Poltekpel Malahayati dikutip detikSumut, Minggu (21/6).
GM ASDP Cabang Banda Aceh Andri Setiawan membenarkan kabar duka tersebut. Manajemen ASDP turut berbelasungkawa serta mendoakan almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Fakhri, salah satu korban terdampak insiden KMP Aceh Hebat 2 yang terjadi di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/6),” kata Andri dalam keterangannya.
Menurutnya, sejak awal kejadian perhatian dan fokus utama perusahaan tertuju pada penanganan dan pemulihan para korban. ASDP disebut terus memberikan pendampingan dan dukungan kepada para korban dan keluarga termasuk memastikan kebutuhan penanganan serta koordinasi yang diperlukan dapat berjalan dengan baik.
“Saat ini, ASDP tetap berkoordinasi dan mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan oleh pihak berwenang guna mengetahui fakta dan penyebab pasti insiden tersebut. Perusahaan menghormati proses yang sedang berlangsung dan berkomitmen menindaklanjuti setiap hasil evaluasi sebagai bagian dari upaya penguatan aspek keselamatan operasional,” ungkapnya.
Sebelumnya, ledakan terjadi di Kapal Aceh Hebat (AH) 2 yang menyebabkan 14 taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati, Aceh Besar dan kepala kamar mesin mengalami luka bakar. Insiden itu terjadi ketika penumpang sudah turun.
Kapal AH 2 bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh sekitar pukul 09.45 WIB setelah berlayar dari Sabang. Ketika penumpang dan kendaraan sudah turun, 16 taruna Poltekpel diminta masuk ke dalam.
14 taruna berada di ruang mesin dan dua lainnya berada di atas kapal. Kepala Kamar Mesin (KKM) Agus Widodo (47) juga diketahui sebagai instruktur di Poltekpel.
“Ketika itu KKM kapal merupakan instruktur dari Poltekpel jadi bawa anak-anak ngajar untuk mengenal mesin yang ada di kapal. Di saat itulah terjadi insiden itu,” kata Kepala Kantor KSOP Malahayati Amfami kepada wartawan di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh.
Ledakan terdengar sekitar pukul 11.13 WIB. Menurutnya, ledakan terjadi pada salah satu pompa yang ada di ruang mesin.










