BANDA ACEH – Seniman dan budayawan Aceh, Sarjev, mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan kepada gitaris jazz asal Aceh, Yudi Amirul, yang akan tampil dalam konser Aceh Jazz Fusion di Taman Budaya Aceh pada 7 Juli 2026.
Dalam pernyataannya, Sarjev menilai Yudi Amirul merupakan salah satu putra Aceh yang memiliki kapasitas akademik sekaligus kualitas musikal yang mumpuni. Menurutnya, Yudi merupakan putra asal Singkil yang berhasil menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) pada bidang seni pertunjukan dengan fokus musik jazz.
“Yudi adalah salah satu anak Aceh yang memiliki kapasitas akademis di bidang jazz. Tidak mudah menemukan musisi Aceh dengan latar belakang pendidikan seperti itu. Selama ini ia juga konsisten, idealis, dan terus mengembangkan ilmunya, baik secara personal maupun kolektif,” ujar Sarjev.
Ia mengatakan, konser tersebut akan menjadi momentum penting karena Yudi akan menghadirkan pertunjukan yang memadukan eksplorasi musik jazz dengan nuansa dan identitas budaya Aceh.
Sarjev optimistis pertunjukan ini akan mendapat apresiasi dari masyarakat, khususnya kalangan penikmat musik. Ia juga mengajak Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil, komunitas masyarakat Singkil, serta berbagai elemen lainnya untuk mendukung penampilan Yudi Amirul.
“Saya berharap Bupati Aceh Singkil, paguyuban masyarakat Singkil, dan seluruh komunitas memberikan dukungan. Ini adalah momentum untuk menunjukkan bahwa Aceh memiliki musisi jazz berkualitas yang layak diapresiasi,” katanya.
Menurut Sarjev, Aceh memiliki sejarah dan tradisi jazz yang patut dibanggakan. Ia mengenang sejumlah musisi jazz Aceh yang pernah menorehkan prestasi di tingkat nasional, seperti Mulyadi asal Gayo Lues dan Rajab dari Lhokseumawe, serta sejumlah musisi lain yang telah berkontribusi bagi perkembangan jazz di Aceh.
“Talenta-talenta jazz Aceh sangat bagus. Mari kita dukung mereka. Saya yakin Yudi Amirul akan memberikan penampilan yang menarik dan menjadi kebanggaan masyarakat Aceh,” ujarnya.
Meski mengaku lebih dekat dengan musik blues dan rock, Sarjev menegaskan jazz tetap memiliki tempat istimewa dan layak terus dikembangkan sebagai bagian dari kekayaan musik Aceh. Ia mengajak masyarakat hadir dan memberikan apresiasi kepada para musisi lokal yang terus berkarya.[]









