Bandung – Rektor Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Prof. Tri Basuki Joewono, Ph.D. meresmikan gedung pembelajaran bagi program studi (prodi) Integrated Arts di UNPAR Kampus Aceh Jl. Aceh No.53 Bandung, Jumat (26/6/2026). Selain itu, dilakukan pula pemberkatan UNPAR Kampus Aceh yang dipimpin oleh Mgr. Laurentius Tarpin, OSC yang merupakan Magister General Ordo Salib Suci (OSC) untuk masa bakti 2022–2028.
Rektor UNPAR menuturkan, hadirnya Integrated Arts di UNPAR Kampus Aceh diharapkan membawa cara pembelajaran dengan cara yang berbeda dan baru. Kehadiran Integrated Arts juga menjadi momentum kegiatan belajar mengajar di UNPAR Kampus Aceh kembali hidup.
“Melalui Integrated Arts ini, semoga kita bisa melihat banyak hal dengan cara dan warna yang baru. Termasuk bagaimana kehadiran Integrated Arts menghidupi gedung ini,” ucap Rektor.
Rektor pun berharap Integrated Arts UNPAR seiring dengan berjalannya waktu akan membesar dalam skala tertentu, agar lebih dikenal dan berdampak.
Sementara itu, Ketua Prodi Integrated Arts UNPAR Prof. Dr. Bambang Sugiharto menyampaikan terima kasihnya karena UNPAR Kampus Aceh bisa digunakan sebagai pusat pembelajaran dari Integrated Arts, terutama fasilitas studio kreatif bagi mahasiswa berkarya.
“Meskipun saat ini Integrated Arts masih kecil, semoga ini menjadi sesuatu yang inspiratif bagi UNPAR, lebih jauh lagi bagi masyarakat di jawa Barat ini,” tuturnya.
Program Studi – Studi Humanitas (Integrated Arts) UNPAR adalah prodi praktik kreatif & pemikiran di bidang humaniora. Mengambil pendekatan interdisipliner, di program ini mahasiswa mendapat pembimbingan (mentoring) dan sekaligus merencanakan fokus belajarnya sendiri.
Mahasiswa dipandu oleh pengajar yang juga profesional di masing-masing bidangnya: filsuf, seniman, desainer, conductor orkestra dan paduan suara, komposer, arsitek, jurnalis, fotografer, programmer & manajer seni, serta kurator film dan seni kontemporer.










