Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Ratusan Hektare Kebun di Tepi Krueng Babahrot Terancam Erosi

redaksi by redaksi
23/08/2026
in Lintas Barat Selatan
0
Ratusan Hektare Kebun di Tepi Krueng Babahrot Terancam Erosi

BLANGPIDIE — Erosi yang terjadi di sepanjang aliran Krueng Babahrot mulai menjadi perhatian serius warga Desa Cot Seumantok, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Gerusan aliran sungai secara perlahan mengikis lahan perkebunan masyarakat yang berada di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS).

Jika tidak segera ditangani, warga khawatir luas lahan produktif yang selama ini menjadi sumber penghidupan akan terus berkurang.

Salah seorang pemilik lahan, Saiful, mengatakan kebunnya menjadi salah satu yang terdampak. Dari luas awal sekitar 4 hektare, kini sebagian besar sudah hilang terkikis air sungai.

“Lahan saya sendiri lebih kurang ada 1 hektar yang sudah jadi sungai. Pemilik lahan lainnya juga merasakan hal yang sama,” kata Saiful kepada wartawan, Minggu (23/08/2026).

Menurutnya, kondisi ini berkaitan dengan perubahan arah aliran Krueng Babahrot. Ia menyebut sebelumnya pernah ada pembangunan tebing penghalang di sisi lain sungai oleh salah satu perusahaan di Kecamatan Babahrot.

“Yang terparah saat ini di lokasi yang dulunya ada jembatan gantung penghubung antara Desa Cot Seumantok dan Desa Alue Jereujak. Jembatan tersebut sekarang sudah tidak ada,” jelasnya.

Meski demikian, Saiful menegaskan warga tidak ingin persoalan ini diarahkan untuk mencari pihak yang harus disalahkan. Fokus utama adalah mencari solusi agar erosi tidak meluas.

“Tapi bukan itu yang dipermasalahkan. Dulu pernah disampaikan secara lisan kepada perusahaan tersebut, tapi tidak ada tanggapan dan tindak lanjut,” ujarnya.

“Bagi kami, persoalan utama saat ini adalah bagaimana menyelamatkan lahan masyarakat yang masih tersisa. Sebab, semakin lama erosi berlangsung, semakin besar pula potensi berkurangnya lahan perkebunan warga,” katanya.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Abdya, Pemerintah Aceh, hingga Pemerintah Pusat dapat melihat kondisi tersebut dan melakukan kajian serta langkah penanganan yang tepat.

Mengingat di sepanjang DAS Krueng Babahrot terdapat ratusan hektare perkebunan milik masyarakat.

“Kami berharap ada solusi agar ratusan hektare kebun milik warga tidak semakin tergerus dan berubah menjadi aliran sungai. Penanganan perlu dilakukan bersama-sama dengan mempertimbangkan kondisi aliran sungai, lingkungan serta keberlangsungan lahan masyarakat,” pungkasnya.

Warga berharap persoalan ini menjadi perhatian bersama agar penanganan Krueng Babahrot tidak hanya mencegah kerusakan lahan, tetapi juga menjaga keberlanjutan perkebunan dan lingkungan sekitar.

Previous Post

YARA Minta Kasus Penganiayaan Siswa SMA di Bener Meriah Ditindak Tegas

Next Post

Rayakan HUT, Demokrat Pidie Gelar Lomba Rakyat

Next Post
Rayakan HUT, Demokrat Pidie Gelar Lomba Rakyat

Rayakan HUT, Demokrat Pidie Gelar Lomba Rakyat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lansia Terlantar di Jembatan Babahrot Abdya, Puskesmas Kewalahan Dinsos Diminta Bertindak Cepat

Lansia Terlantar di Jembatan Babahrot Abdya, Puskesmas Kewalahan Dinsos Diminta Bertindak Cepat

07/10/2026
PEMA Sepakati Kerjasama Investasi dengan Dua Perusahaan Malaysia

PEMA Sepakati Kerjasama Investasi dengan Dua Perusahaan Malaysia

07/10/2026
Syech Muharram Tegaskan Kepastian Hukum untuk Lindungi Hak Masyarakat Hukum Adat

Syech Muharram Tegaskan Kepastian Hukum untuk Lindungi Hak Masyarakat Hukum Adat

07/10/2026
Pemkab Aceh Barat Perkuat Mitigasi Antisipasi Dampak Bencana Alam

Pemkab Aceh Barat Perkuat Mitigasi Antisipasi Dampak Bencana Alam

07/10/2026
Bupati TRK Tinjau SPPG, Pastikan Makanan MBG Aman dan Bergizi

Bupati TRK Tinjau SPPG, Pastikan Makanan MBG Aman dan Bergizi

07/10/2026

Terpopuler

Ratusan Hektare Kebun di Tepi Krueng Babahrot Terancam Erosi

Ratusan Hektare Kebun di Tepi Krueng Babahrot Terancam Erosi

23/08/2026

Pemkab Abdya Peringati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 H di Masjid Agung Baitul Ghafur

Lansia Terlantar di Jembatan Babahrot Abdya, Puskesmas Kewalahan Dinsos Diminta Bertindak Cepat

Didong Jalu di Banda Aceh! Kebinet vs Sriwijaya Siap Adu Syair Malam Minggu ini

PPUU DPD RI dan PEMA Gelar FGD di Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com