BLANGPIDIE — Ekowisata adalah jembatan antara pelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat. Dengan menjaga hutan, kita menjaga masa depan bersama,
Tiga wisatawan mancanegara mengunjungi kawasan ekosistem Leuser di Desa Padang, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya, dengan didampingi oleh guide lokal, Rudi Yarman, yang merupakan bagian dari Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHG) Lhok Batee Intan.
Kegiatan ekowisata dan edukasi lingkungan di kawasan Ekosistem Leuser kembali menunjukkan dampak positif bagi masyarakat desa.
Rudi Yarman menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari program ekowisata berbasis masyarakat yang bertujuan memperkenalkan keindahan alam, kekayaan hayati, serta pentingnya menjaga kelestarian hutan Leuser.
“Kami mendampingi tamu untuk melihat langsung keanekaragaman hayati, belajar tentang fungsi hutan, serta bagaimana masyarakat desa menjaga kawasan ini secara berkelanjutan,” ujar Rudi Yarman, Selasa (08/09/2026).
Menurut Rudi, ketiga turis tersebut sangatlah menikmati perjalanan, mulai dari menyusuri jalur hutan, mengenal tanaman obat, hingga bertemu dengan masyarakat setempat. Selain itu, mereka juga diajak berdiskusi tentang ancaman terhadap hutan Leuser dan upaya pelestariannya.
“Mereka kagum dengan keindahan alam dan kearifan lokal masyarakat Desa Padang. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan ekowisata yang ramah lingkungan dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga,” tambahnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran LPHG Lhok Batee Intan sebagai garda terdepan dalam pengelolaan hutan desa sekaligus membuka peluang kerja sama dengan wisatawan dan pihak-pihak yang peduli terhadap konservasi.
Diketahui, LPHG Lhok Batee Intan adalah lembaga pengelola hutan desa yang berfokus pada pelestarian hutan, pengembangan ekowisata, serta pemberdayaan masyarakat Desa Padang, Kecamatan Manggeng. Kabupaten Aceh Barat Daya.
LPHG Lhok Batee Intan Desa Padang dengan mengusung campaign “Hutan dijaga, desa sejahtera”.









