BANDA ACEH — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala (FKIP USK) kembali memperkuat jejaring akademik internasional melalui penandatanganan Implementation Arrangement (IA) dengan sejumlah perguruan tinggi mitra di luar negeri, Selasa (8/9/2026).
Penandatanganan IA itu berlangsung dalam rangkaian Kuliah Umum Departemen Pendidikan Olahraga FKIP USK yang mengusung tema “Beyond Sport: Enhancing Performance, Mentality, and Career Development through Sport Industry, Sport Psychology, and Sport Education” di Auditorium FKIP USK.
Dekan FKIP USK, Dr. Amiruddin, S.Pd., M.Si., mengatakan, kerja sama internasional tersebut melibatkan tiga perguruan tinggi, yakni University Polytechnic of Valencia, Spanyol; Extremadura University, Cáceres, Spanyol; dan Sabaragamuwa University of Sri Lanka.
“Hadir sebagai narasumber sekaligus representasi dari perguruan tinggi mitra masing-masing, Iván Salazar Chang, PhD dari University Polytechnic of Valencia, Margarita Gonzalo Delgado, Ph.D dari Extremadura University, Cáceres, serta Thanuja Prabashani Liyanage dari Sabaragamuwa University of Sri Lanka,” ujar Amiruddin.
Penandatanganan IA itu dipimpin langsung Dekan FKIP USK. Amir mengatakan, harapannya ke depan IA ini menjadi langkah penting dalam menerjemahkan hubungan kerja sama internasional ke dalam kegiatan akademik yang lebih konkret, khususnya pada bidang pendidikan olahraga, sport industry, sport psychology, sport education, pengembangan kapasitas akademik, serta peluang kolaborasi penelitian dan pengembangan program bersama.
Lebih lanjut, Amiruddin menyebutkan kerja sama itu l memiliki nilai historis bagi FKIP USK karena merupakan bagian dari kelanjutan jejaring dan semangat kolaborasi internasional yang dirintis melalui program Erasmus Spirit+.
“Spirit ini telah dibangun melalui inisiatif Prof. Hizir, Dr. Drs. Syamsulrizal (alm.), Prof Yusni, Dr Yeni Marlina, Prof Sri Haryani dan dr. Iflan, yang sejak awal mendorong terbukanya jejaring FKIP/USK dengan perguruan tinggi dan mitra akademik internasional,” jelas Amiruddin.
Dengan demikian, kata Dekan FKIP, penandatanganan IA ini bukan sekadar seremoni administratif, tetapi menjadi bagian dari proses membangun keberlanjutan kerja sama internasional yang bermanfaat langsung bagi dosen dan mahasiswa.
“Kita bisa lakukan pertukaran pengetahuan, guest lecture, mobilitas akademik, penelitian bersama, pengembangan kapasitas, serta berbagai kegiatan akademik internasional lainnya,” tegas Amiruddin.
Menurutnya, penguatan kerja sama internasional merupakan bagian penting dari upaya FKIP USK untuk memperluas wawasan global dan meningkatkan daya saing lulusan.
Kuliah umum tersebut juga menghadirkan Prof. Dr. Dr. Dina Keumala Sari, M.Gizi, Sp.GK, Subsp.PK dari Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara sebagai narasumber nasional.
“Melalui kerja sama dengan berbagai universitas luar negeri ini, FKIP USK diharapkan semakin aktif membangun ekosistem akademik yang terbuka, kolaboratif, dan berorientasi global,” tegasnya.
Terakhir, Amiruddin mengatakan FKIP USK akan terus berupaya memberika pendidikan berkualitas, tanpa kemiskinan, dan siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menuju kemitraan global yang nyata, berkelanjutan, dan berdampak.[]










