Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Peta Baru Benua Afrika yang Lebih Akurat Disahkan PBB, AS Menolak

redaksi by redaksi
09/09/2026
in Internasional
0
Peta Baru Benua Afrika yang Lebih Akurat Disahkan PBB, AS Menolak

PBB sepakat untuk mengadopsi resolusi agar dunia secara resmi memakai peta benua Afrika yang lebih baru dan meninggalkan peta lama. (Getty Images/PeterHermesFurian)

Jakarta – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sepakat untuk mengadopsi resolusi agar dunia secara resmi memakai peta benua Afrika yang lebih baru dan meninggalkan peta lama. Peta terbaru itu dinilai lebih akurat dibandingkan versi lama.

Dalam sebuah sesi di markas besarnya di New York, Majelis Umum PBB secara resmi menghentikan penggunaan proyeksi Mercator abad ke-16 dan menggantinya dengan proyeksi yang didasarkan pada desain Equal Earth tahun 2018 yang lebih akurat, dikutip The Guardian, Kamis (4/9).

Pada sesi tersebut, 164 negara memberikan suara mendukung resolusi tersebut. Hanya AS yang memberikan suara menolak, dengan perwakilannya mengatakan bahwa resolusi tersebut “berlebihan”. Terdapat enam negara abstain.

Usulan resolusi dipimpin oleh Togo atas nama Uni Afrika.

Argumen yang disampaikan adalah “mengakui dan menegaskan bahwa representasi kartografi yang tidak proporsional, khususnya yang dihasilkan dari proyeksi Mercator, telah memiliki dampak kognitif, pendidikan, budaya, geopolitik, dan sosial ekonomi yang berlangsung lama, berkontribusi pada pengurangan drastis dalam persepsi ukuran Afrika dan wilayah lain di dunia dalam imajinasi kolektif global.”

Selama ini, peta Afrika berdasarkan pada ukuran Mercator, ahli peta Gerardus Mercator (1512-1594), yang selama berabad-abad menjadi standar global.

Namun, karena gaya proyeksinya, wilayah di dekat khatulistiwa tampak jauh lebih kecil daripada ukuran sebenarnya, sedangkan wilayah lintang tinggi terlihat jauh lebih besar. Misalnya, di peta menunjukkan Afrika memiliki ukuran yang mirip dengan Greenland, padahal benua tersebut 14 kali lebih besar daripada wilayah Denmark.

“Amerika Serikat, Tiongkok, India, Jepang, Meksiko, dan sebagian besar Eropa dapat dimasukkan ke dalam Afrika dan masih ada lahan yang tersisa,” demikian bunyi petisi di Change.org untuk kampanye #CorrectTheMap, yang telah mengumpulkan lebih dari 11.000 tanda tangan.

Uni Afrika mendukung kampanye ini pada Agustus 2025 dan kemudian meminta Togo untuk memimpin penerapannya.

Para sejarawan dan ahli geografi mengatakan selama bertahun-tahun bahwa proyeksi Mercator berakar pada stereotip Barat. Para aktivis pun menyuarakan hal ini, dengan beberapa di antaranya menciptakan istilah “kolonialisme kartografi”.

Sebagian pihak berpendapat bahwa peta tersebut secara halus telah membentuk dinamika kekuatan internasional dengan meminimalkan kehadiran fisik negara-negara selatan dan secara visual memperbesar negara-negara belahan bumi utara sambil mengecilkan wilayah khatulistiwa.

Hal ini dikatakan telah memperkuat bias sistemik dalam perdagangan internasional, prioritas pembangunan, dan kerangka pendidikan.

Salah satu kritikus terkemuka proyeksi Mercator adalah Arno Peters, seorang sejarawan Jerman, yang meluncurkan peta dunia Peters berdasarkan proyeksi Gall-Peters pada tahun 1973. Peta ini sering digunakan sebagai alternatif peta Mercator.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Moskow Gempur Kyiv, Zelensky Beber Negosiasi Rusia-Ukraina Bisa Lanjut

Next Post

PC PGRI Labuhanhaji Timur dan Labuhanhaji Gelar Konferensi, Berikut Pengurus Terpilih

Next Post
PC PGRI Labuhanhaji Timur dan Labuhanhaji Gelar Konferensi, Berikut Pengurus Terpilih

PC PGRI Labuhanhaji Timur dan Labuhanhaji Gelar Konferensi, Berikut Pengurus Terpilih

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

PC PGRI Labuhanhaji Timur dan Labuhanhaji Gelar Konferensi, Berikut Pengurus Terpilih

PC PGRI Labuhanhaji Timur dan Labuhanhaji Gelar Konferensi, Berikut Pengurus Terpilih

09/09/2026
Peta Baru Benua Afrika yang Lebih Akurat Disahkan PBB, AS Menolak

Peta Baru Benua Afrika yang Lebih Akurat Disahkan PBB, AS Menolak

09/09/2026
Moskow Gempur Kyiv, Zelensky Beber Negosiasi Rusia-Ukraina Bisa Lanjut

Moskow Gempur Kyiv, Zelensky Beber Negosiasi Rusia-Ukraina Bisa Lanjut

09/09/2026
Batas Kecamatan di Abdya Memanas, Enam Kali Mediasi Berujung Blank Spot Hukum

Batas Kecamatan di Abdya Memanas, Enam Kali Mediasi Berujung Blank Spot Hukum

08/09/2026
Ohku, Pengangguran Terus Bertambah Sejak Mualem-Dekfadh Pimpin Aceh

Ohku, Pengangguran Terus Bertambah Sejak Mualem-Dekfadh Pimpin Aceh

08/09/2026

Terpopuler

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

06/09/2026

Peta Baru Benua Afrika yang Lebih Akurat Disahkan PBB, AS Menolak

Batas Kecamatan di Abdya Memanas, Enam Kali Mediasi Berujung Blank Spot Hukum

HIPMI dan Kapolres Abdya Sepakat Perkuat Iklim Usaha dan Investasi

Munawar Ibrahim Pimpin ICMI Pidie Jaya, Taqwaddin: Bukan Underbow Pemerintah

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com