Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Tengah

Menakar Kekuatan Fiskal Aceh Tengah, Akademisi dan OPD Duduk Satu Meja

Atjeh Watch by Atjeh Watch
10/09/2026
in Lintas Tengah
0
Menakar Kekuatan Fiskal Aceh Tengah, Akademisi dan OPD Duduk Satu Meja

Takengon – Berapa sebenarnya potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Aceh Tengah? Apakah angka yang selama ini masuk ke kas daerah telah mencerminkan seluruh potensi ekonomi yang dimiliki Bumi Gayo? Ataukah masih terdapat ruang-ruang pendapatan yang belum terpetakan dan belum tergarap secara optimal?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang menjadi titik tolak pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Analisis Potensi dan Strategi Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Aceh Tengah yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Takengon bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Aceh Tengah di Café Bouncit, Kebayakan, Rabu (9/9/2026).

Berbeda dengan forum-forum seremonial pada umumnya, kegiatan ini menghadirkan para pengambil kebijakan, pengelola pendapatan daerah, bendahara penerimaan, dan akademisi dalam satu meja diskusi untuk membedah salah satu isu paling strategis dalam pembangunan daerah: kemampuan Aceh Tengah membiayai masa depannya sendiri.

Hadir dalam kegiatan tersebut unsur BAPPEDA, Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, serta berbagai Organisasi Perangkat Daerah yang selama ini menjadi kontributor PAD, mulai dari sektor kesehatan, lingkungan hidup, perdagangan, pertanian, perhubungan, perikanan, pariwisata, hingga sektor ketenagakerjaan.

Dalam sambutannya, Kepala BAPPEDA Aceh Tengah menegaskan bahwa tantangan pembangunan saat ini menuntut daerah untuk semakin mandiri. Ketergantungan terhadap dana transfer pemerintah pusat tidak dapat menjadi satu-satunya sandaran pembangunan. Daerah harus mampu membaca, menghitung, dan mengoptimalkan seluruh potensi ekonomi yang dimiliki.

Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Aceh Tengah memiliki modal ekonomi yang sangat besar. Di sektor pertanian, kopi arabika Gayo telah menjadi komoditas kelas dunia. Di sektor pariwisata, Danau Lut Tawar dan bentang alam dataran tinggi Gayo terus menarik perhatian wisatawan. Aktivitas perdagangan, jasa, dan investasi juga terus berkembang dari tahun ke tahun. Namun, pertanyaan mendasarnya adalah: seberapa besar potensi ekonomi tersebut benar-benar terkonversi menjadi pendapatan daerah yang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan?

Menurut Kepala BAPPEDA, potensi yang besar tidak akan menghasilkan dampak yang optimal tanpa dukungan data yang akurat, tata kelola yang baik, regulasi yang tepat, dan pengawasan yang efektif. Karena itu, FGD ini menjadi ruang untuk menguji fakta di lapangan sekaligus merumuskan strategi yang lebih terukur dan aplikatif.

Dari Kampus untuk Kebijakan Publik
Di tengah diskusi yang berlangsung dinamis, Ketua Tim Peneliti, Dr. Zakiul Fuady Muhammad Daud, Lc., MA, menjelaskan bahwa penelitian ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam membantu pemerintah daerah mengambil keputusan yang berbasis bukti (evidence-based policy).

Menurutnya, penelitian mengenai PAD tidak cukup dilakukan dari balik meja. Data yang tersedia harus diuji kembali melalui dialog dengan para pemilik data, para pelaksana teknis, dan pihak-pihak yang selama ini terlibat langsung dalam proses pengelolaan pendapatan daerah.

“Hari ini kami mempresentasikan hasil yang telah kami peroleh sekaligus melakukan cross-checking dengan OPD terkait. Kami ingin memastikan bahwa setiap data yang digunakan dalam penelitian ini benar-benar mencerminkan realitas yang terjadi di lapangan,” ujarnya.

Baginya, penelitian ini bukan sekadar menghitung angka-angka penerimaan daerah. Lebih jauh, penelitian ini berusaha menemukan jawaban atas pertanyaan besar tentang bagaimana Aceh Tengah dapat memperkuat fondasi fiskalnya dalam menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.

Membangun Peta Potensi yang Selama Ini Tersembunyi
Dalam forum tersebut, para peserta tidak hanya membahas capaian PAD yang telah diperoleh, tetapi juga menelaah berbagai peluang yang selama ini belum terpetakan secara maksimal.

Setiap dinas membawa data, pengalaman, tantangan, dan perspektif masing-masing. Dari sanalah tim peneliti berupaya menyusun gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi riil pendapatan daerah.

Anggota tim peneliti, Zulfikar, M.Si, menegaskan bahwa validitas data menjadi prinsip utama dalam penelitian ini.

“Kami akan terus mengejar data yang diperlukan sampai benar-benar memperoleh gambaran yang komprehensif. Rekomendasi yang baik hanya bisa lahir dari data yang baik,” katanya.

Sementara itu, Dr. Ramdansyah Fitrah, M.Si, menyampaikan bahwa pekerjaan penelitian belum berhenti pada pelaksanaan FGD ini. Dalam waktu dekat, tim akan kembali turun ke berbagai instansi untuk memperdalam informasi dan melengkapi berbagai data yang masih diperlukan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap kesimpulan yang dihasilkan nanti memiliki dasar empiris yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Menulis Masa Depan Aceh Tengah Melalui Riset
Penelitian yang dilaksanakan selama tujuh bulan ini melibatkan tim yang terdiri atas Dr. Zakiul Fuady Muhammad Daud, Lc., MA, Zulfikar, M.Si, Dr. Ramdansyah Fitrah, M.Si, Dr. Izzatur Rusuli, M.Ed, Dr. Rahayu Subakat, MA, dan Adi Fadli Rajab, S.ST.
Menariknya, penelitian ini tidak berhenti pada tahap pengumpulan dan analisis data. Setelah proses verifikasi selesai dilakukan, tim akan menggelar FGD lanjutan dan selanjutnya membawa hasil penelitian ke forum uji publik agar memperoleh masukan yang lebih luas sebelum menjadi rekomendasi akhir bagi pemerintah daerah.

Bagi dunia akademik, penelitian ini menunjukkan bahwa riset tidak hanya berakhir di perpustakaan atau jurnal ilmiah. Sebaliknya, riset dapat hadir di tengah masyarakat dan menjadi instrumen penting dalam merancang masa depan daerah.

Karena pada akhirnya, pembangunan bukan hanya soal membangun jalan, gedung, atau fasilitas publik. Pembangunan dimulai dari kemampuan sebuah daerah memahami dirinya sendiri: mengenali potensinya, memetakan kekuatannya, dan mengelolanya secara bijak untuk kesejahteraan masyarakat.

Dan melalui penelitian inilah, Aceh Tengah sedang berusaha membaca dirinya lebih dalam—agar setiap potensi yang selama ini tersembunyi dapat ditemukan, dioptimalkan, dan diubah menjadi kekuatan nyata bagi generasi yang akan datang.

Previous Post

Bawaslu Kota Banda Aceh Dorong Generasi Muda Jadi Pengawas Partisipatif Menuju Pemilu 2029 yang Bermartabat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Menakar Kekuatan Fiskal Aceh Tengah, Akademisi dan OPD Duduk Satu Meja

Menakar Kekuatan Fiskal Aceh Tengah, Akademisi dan OPD Duduk Satu Meja

10/09/2026
Bawaslu Kota Banda Aceh Dorong Generasi Muda Jadi Pengawas Partisipatif Menuju Pemilu 2029 yang Bermartabat

Bawaslu Kota Banda Aceh Dorong Generasi Muda Jadi Pengawas Partisipatif Menuju Pemilu 2029 yang Bermartabat

09/09/2026
Armaini Terpilih Jabat Ketua PC PGRI Kecamatan Kluet Timur

Armaini Terpilih Jabat Ketua PC PGRI Kecamatan Kluet Timur

09/09/2026
PC PGRI Kluet Timur Tepung Tawar Kadisdikbud dan Ketua PGRI Aceh Selatan

PC PGRI Kluet Timur Tepung Tawar Kadisdikbud dan Ketua PGRI Aceh Selatan

09/09/2026
Munawar Resmi Nahkodai PPP Pidie Jaya

Munawar Resmi Nahkodai PPP Pidie Jaya

09/09/2026

Terpopuler

Batas Kecamatan di Abdya Memanas, Enam Kali Mediasi Berujung Blank Spot Hukum

Batas Kecamatan di Abdya Memanas, Enam Kali Mediasi Berujung Blank Spot Hukum

08/09/2026

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

Tim Unit Reaksi Cepat Polres Abdya Tangkap ‘Ninja Sawit’ di Kuala Batee

Menakar Kekuatan Fiskal Aceh Tengah, Akademisi dan OPD Duduk Satu Meja

Munawar Resmi Nahkodai PPP Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com