MEULABOH – Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Prof Dr Iskandar Abdul Samad MApp Ling menyampaikan, apresiasi dan ucapan selamat kepada Dr Budi Azhari MPd atas jabatan barunya.
Dr Budi Azhari secara resmi dilantik mengemban amanah sebagai Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh.
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan para wakil rektor, dekan, direktur pascasarjana, ketua lembaga, kepala UPT, serta pejabat lainnya berlangsung di Auditorium Prof Ali Hasjmy UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Jum’at (11/9/2026).
Kepada media ini, Minggu (13/9/2026), Prof Iskandar menilai, penunjukan Dr Budi Azhari adalah keputusan yang sangat tepat.
Menurutnya, rekam jejak pria asal Kabupaten Aceh Tamiang itu kapasitas keilmuan dan dedikasinya di dunia akademik tidak perlu diragukan lagi.
“Kami mengucapkan tahniah, selamat dan sukses atas amanah baru yang diemban oleh Dr Budi Azhari. Posisi Wakil Dekan III ini sangat strategis, dan kami yakin kepemimpinan beliau akan menyuntikkan energi positif bagi FTK UIN Ar-Raniry,” ungkap Prof Iskandar.
Ia menuturkan, bahwa tantangan perguruan tinggi di era modern menuntut adanya akselerasi dalam penguatan karakter mahasiswa, pemberdayaan alumni, serta perluasan jejaring kerja sama strategis.
Harapannya, Dr Budi Azhari mampu memacu indikator kinerja utama kampus, khususnya dalam membina mahasiswa yang berkarakter unggul dan memperluas jejaring kerja sama fakultas, baik di kancah nasional maupun internasional.
Prof Iskandar menambahkan, ia menaruh konsen tinggi pada peningkatan mutu pendidikan dan berharap, momentum pelantikan tersebut dapat menjadi jembatan untuk mempererat sinergi lintas institusi ke depannya.
“Sebagai sesama akademisi yang peduli pada penjaminan mutu, kami di LPMPP UTU tentu berharap ke depannya akan ada kolaborasi dan sinergi yang lebih konkret antara UTU dan UIN Ar-Raniry, demi memajukan kualitas pendidikan tinggi di Aceh,” pungkasnya.









