Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Mampukah Irak Kelola Keamanan Setelah Ditinggalkan Pasukan AS?

redaksi by redaksi
03/10/2026
in Internasional
0
Mampukah Irak Kelola Keamanan Setelah Ditinggalkan Pasukan AS?

Setelah berada di Irak selama 12 tahun, AS mengumumkan menyelesaikan penarikan seluruh pasukan dari Irak pada Rabu (30/9). (REUTERS/Stringer)

Jakarta – Setelah berada di Irak selama 12 tahun, Amerika Serikat mengumumkan telah menyelesaikan penarikan seluruh pasukan dari Irak pada Rabu (30/9) usai menjalankan misi memerangi ISIS.

Juru bicara Pentagon Sean Parnell mengatakan pasukan dan peralatan terakhir sudah diangkut dari pangkalan udara di Irbil, Irak Utara.

“Tonggak sejarah ini mencerminkan keberhasilan kampanye selama 12 tahun yang mengalahkan ISIS sebagai ancaman militer terorganisir di Irak dan di seluruh wilayah,” kata Parnelll, dikutip Al Jazeera.

“Ini juga menandai transisi dari misi koalisi masa perang ke upaya keamanan yang dipimpin Irak yang didukung oleh hubungan keamanan bilateral yang lebih normal.”

Parnell menambahkan bahwa militer AS akan terus memberikan pelatihan dan dukungan intelijen yang tepat sasaran ke Irak.

Apakah Irak mampu?

Pertanyaan banyak analisis adalah apakah Irak mampu mengelola keamanan dalam negerinya setelah pasukan AS pergi?

AS menyatakan bahwa pasukan keamanan Irak, termasuk Peshmerga Kurdi, telah mengembangkan kemampuan untuk memimpin perang melawan terorisme. Namun, berakhirnya kehadiran militer juga menghilangkan beberapa kemampuan pertahanan yang selama ini diandalkan oleh pasukan Irak dan Kurdi.

Renad Mansour, wakil direktur Program Timur Tengah dan Afrika Utara serta direktur Inisiatif Irak di Chatham House, mengatakan bahwa pasukan Irak telah menunjukkan kemampuan mereka untuk membendung ISIS tanpa dukungan militer langsung dari AS.

“Pasukan keamanan Irak sekarang secara umum mampu membendung Daesh (ISIS) tanpa dukungan militer langsung dari AS,” katanya kepada Arab News.

“Kita telah melihat hal ini teruji secara efektif sejak September lalu, ketika kehadiran Operasi Inherent Resolve meninggalkan Baghdad, tanpa adanya penurunan signifikan dalam pertempuran melawan Daesh.”

Meski masih ada kelemahan, terutama di bidang intelijen, pengawasan, dan kemampuan khusus, kata Mansour. Namun, ia berpendapat bahwa ISIS bukan lagi tantangan keamanan utama Irak.

Kolonel purnawirawan Angkatan Darat AS, Myles B. Caggins III, seorang peneliti senior non-residen di New Lines Institute dan mantan juru bicara Koalisi Global untuk mengalahkan ISIS di Irak dan Suriah, juga mengatakan bahwa pasukan Irak dan Kurdi dapat mencegah ISIS merebut kembali wilayah tersebut.

“Tanpa bantuan langsung dari AS dan Koalisi Global, Pasukan Keamanan Irak dan Peshmerga mampu mencegah ISIS memobilisasi kelompok pejuang dalam jumlah besar dan merebut desa-desa,” katanya kepada Arab News.

Namun Caggins mengatakan kelompok itu tetap menjadi ancaman, merujuk pada bentrokan baru-baru ini antara Layanan Kontra Terorisme elit Irak dan sekelompok kecil tersangka teroris di Kirkuk.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Ketua DPRK Banda Aceh Soroti Tingginya Angka Perceraian dan Kasus Kekerasan terhadap Anak

Next Post

Dituding Ledakkan Ranjau di DMZ, Korea Utara Tembakkan Rudal

Next Post
Dituding Ledakkan Ranjau di DMZ, Korea Utara Tembakkan Rudal

Dituding Ledakkan Ranjau di DMZ, Korea Utara Tembakkan Rudal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kemenkes RI Apresiasi Capaian CKG Nagan Raya Tertinggi di Aceh

Kemenkes RI Apresiasi Capaian CKG Nagan Raya Tertinggi di Aceh

03/10/2026
HMPS Kesos UIN Ar-Raniry Ajak Anak Panti Belajar Sambil Bermain

HMPS Kesos UIN Ar-Raniry Ajak Anak Panti Belajar Sambil Bermain

03/10/2026
Siapkan Bekal Pengabdian Santri Akhir, Al Zahrah Gelar Bimbingan Fardhu Kifayah

Siapkan Bekal Pengabdian Santri Akhir, Al Zahrah Gelar Bimbingan Fardhu Kifayah

03/10/2026
Dituding Ledakkan Ranjau di DMZ, Korea Utara Tembakkan Rudal

Dituding Ledakkan Ranjau di DMZ, Korea Utara Tembakkan Rudal

03/10/2026
Mampukah Irak Kelola Keamanan Setelah Ditinggalkan Pasukan AS?

Mampukah Irak Kelola Keamanan Setelah Ditinggalkan Pasukan AS?

03/10/2026

Terpopuler

Mampukah Irak Kelola Keamanan Setelah Ditinggalkan Pasukan AS?

Mampukah Irak Kelola Keamanan Setelah Ditinggalkan Pasukan AS?

03/10/2026

Empat Mahasiswa UIN Ar-Raniry Raih Emas di PKM IV PTKIN Se-Sumatera

Ohku Rp9,2 Miliar Tiga Tahun untuk Sapi-Lembu di Pidie Jaya, Anggaran 2026 Capai Rp3,3 Miliar

Mengurai Benang Kusut di Abdya: Ketika Public Distrust Membakar Sengketa Lahan PT Cemerlang Abadi

Sang Kombatan [Jilid 2]-Bagian 2

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com