Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Syed Saddiq Desak ASEAN Tekan Indonesia dan Perusahaan Perkebunan Sawit Soal Kabut Asap Karhutla

redaksi by redaksi
16/10/2026
in Nasional
0
Syed Saddiq Desak ASEAN Tekan Indonesia dan Perusahaan Perkebunan Sawit Soal Kabut Asap Karhutla

KUALA LUMPUR — Anggota Parlemen Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, mendesak negara-negara ASEAN untuk melayangkan protes diplomatik bersama kepada Indonesia terkait memburuknya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Desakan tersebut disampaikan Syed Saddiq dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Malaysia 2027 di Dewan Rakyat, Selasa (13/10/2026). Ia menilai upaya Indonesia mengendalikan karhutla belum memadai, sementara dampaknya semakin dirasakan negara-negara tetangga. 6fb1

Seruan itu muncul ketika Asia Tenggara menghadapi kabut asap akibat musim kebakaran hutan terparah di Indonesia dalam 11 tahun terakhir. Kondisi cuaca kering yang dipicu El Nino memperburuk kebakaran, memicu peningkatan kasus gangguan pernapasan sekaligus menurunkan kualitas udara di kawasan. 6fb1

Mengutip Reuters, Syed Saddiq meminta Malaysia menggandeng negara terdampak lainnya, termasuk Singapura, Singapura Filipina, Brunai Darussalam, Thailand dan negara tetangga yang berdampak kabut asap karhutla untuk menyampaikan keberatan secara resmi kepada pemerintah Indonesia.

“Kita harus mengirimkan nota diplomatik yang kuat bahwa Malaysia keberatan, dan bukan hanya Malaysia yang keberatan. Hal itu harus disepakati negara-negara ASEAN lainnya yang juga terdampak, seperti Singapura. Kita harus mengirimkan protes diplomatik yang sangat jelas,” kata Syed Saddiq.

Ia bahkan mengusulkan agar Indonesia diperlakukan sebagai pihak yang dikucilkan di kawasan apabila persoalan kabut asap terus berlanjut.

“Anda perlu memperlakukan mereka sebagai pihak yang dikucilkan di kawasan,” ujarnya.

Tekanan yang diusulkan Syed Saddiq tidak berhenti pada jalur diplomatik. Ia meminta Malaysia dan Singapura memanfaatkan pengaruh finansial mereka untuk menghentikan akses pendanaan bagi perusahaan yang terlibat praktik pembakaran lahan di Indonesia.

“Putus akses mereka. Hantam dompet mereka,” kata Syed Saddiq.

Ia juga mendorong agar lembaga keuangan seperti Maybank, CIMB, dan DBS menghentikan pembiayaan bagi perusahaan pembakar hutan.

Meski menekan Indonesia, Syed Saddiq meminta pemerintah Malaysia tak ragu menghukum perusahaan asal negaranya jika terbukti ikut menjadi dalang karhutla.

“Kita tidak boleh munafik. Jika perusahaan kita terlibat, jangan takut. Ambil tindakan terhadap perusahaan kita juga,” katanya.

Ia juga menyoroti dampak kabut asap terhadap pendidikan. Di Malaysia, polusi udara yang parah memaksa sekolah-sekolah di berbagai wilayah untuk ditutup. Kondisi itu dinilai berpotensi memperlebar kesenjangan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang kesulitan mengikuti pembelajaran jarak jauh karena tidak memiliki perangkat digital atau internet stabil.

Di dalam negeri, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kalimantan Tengah tembus di atas angka 1.200, atau empat kali lipat dari batas level sangat berbahaya. Sementara konsentrasi PM2.5 di Singapura melonjak hingga 284 mikrogram.

Previous Post

Kabut Asap Karhutla Masuk Pidie Jaya, Dinkes-KB Bergerak Bagikan Masker

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Syed Saddiq Desak ASEAN Tekan Indonesia dan Perusahaan Perkebunan Sawit Soal Kabut Asap Karhutla

Syed Saddiq Desak ASEAN Tekan Indonesia dan Perusahaan Perkebunan Sawit Soal Kabut Asap Karhutla

16/10/2026
Kabut Asap Karhutla Masuk Pidie Jaya, Dinkes-KB Bergerak Bagikan Masker

Kabut Asap Karhutla Masuk Pidie Jaya, Dinkes-KB Bergerak Bagikan Masker

16/10/2026
Darwati Tampung Aspirasi BPBA, Respon Cepat dan Mitigasi Bencana Jadi Sorotan

Darwati Tampung Aspirasi BPBA, Respon Cepat dan Mitigasi Bencana Jadi Sorotan

16/10/2026
Jelang Akhir Masa Tugas, Konjen Jepang Jamu Wali Nanggroe Aceh, Bahas Penguatan Kerja Sama dan Warisan Sejarah Sabang

Jelang Akhir Masa Tugas, Konjen Jepang Jamu Wali Nanggroe Aceh, Bahas Penguatan Kerja Sama dan Warisan Sejarah Sabang

16/10/2026
Dr. Irpannusir Gelar Temu Ramah Bersama Keluarga Besar DPD PAN Abdya

Dr. Irpannusir Gelar Temu Ramah Bersama Keluarga Besar DPD PAN Abdya

16/10/2026

Terpopuler

Bendera, Antara Eksploitasi Warga dan Mainan Elite

Bendera, Antara Eksploitasi Warga dan Mainan Elite

15/10/2026

22 Nama Pengurus MPU Abdya Masa Khidmat 2026-2031 Diumumkan, Lulus Uji Kitab Kuning

Piala Soeratin U-17 Nasional, Persada Abdya vs Persebaya Imbang

Tgk Mansur Resmi Terpilih Sebagai Ketua MPU Abdya Masa Khidmat 2026-2031

Syed Saddiq Desak ASEAN Tekan Indonesia dan Perusahaan Perkebunan Sawit Soal Kabut Asap Karhutla

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com