MEUREUDU – Kabut asap mulai menyelimuti langit Pidie Jaya. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan.
Tokoh Muda Pidie Jaya, Mahlil, mendesak Dinas Kesehatan dan RSUD Pidie Jaya meningkatkan kesiapsiagaan dan memastikan pelayanan kesehatan tidak kedodoran menghadapi dampak kabut asap.
Mahlil meminta pemerintah tidak sekadar mengeluarkan imbauan, tetapi memastikan fasilitas kesehatan benar-benar siap ketika warga mulai berdatangan dengan keluhan gangguan pernapasan.
“Kami meminta Dinas Kesehatan dan RSUD Pidie Jaya siaga satu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah kabut asap yang mulai menyelimuti Pidie Jaya,” tegas Mahlil.
Menurutnya, bayi, anak-anak, lansia dan ibu hamil merupakan kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih ketika kualitas udara memburuk.
Oleh karena itu, Mahlil meminta ketersediaan oksigen dan obat-obatan dipastikan di setiap puskesmas. Jangan sampai fasilitas pelayanan kesehatan baru sibuk mencari kebutuhan medis ketika jumlah pasien sudah meningkat.
“Oksigen dan obat-obatan harus terjamin ketersediaannya di setiap puskesmas untuk memudahkan penanganan awal masyarakat yang terdampak gangguan kesehatan akibat kabut asap, seperti ISPA, bronkitis dan gangguan pernapasan lainnya,” ujarnya.
Mahlil juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kewaspadaan dan tidak menganggap remeh kondisi udara yang memburuk.
Ia meminta masyarakat, khususnya kelompok rentan, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah serta mengurangi paparan asap.
“Semua elemen masyarakat harus ikut bergerak. Jangan menunggu masyarakat jatuh sakit baru bertindak. Pencegahan harus dilakukan sejak sekarang,” kata Mahlil.
Menurutnya, kesiapsiagaan pemerintah harus berjalan beriringan dengan kesadaran masyarakat. Di tengah kabut asap, perlindungan kesehatan warga harus menjadi perhatian utama.[Mul]









