MEULABOH — Langkah progresif diambil oleh para ulama yang tergabung dalam Majelis Mubahatsah Ulama Dayah Aceh Barat (MUDAB). Pada Jumat, 23 Oktober 2026, MUDAB akan meluncurkan program perdana dengan mengirimkan para khathib secara serentak untuk mengisi khutbah Jumat di masjid yang ada di sebagian wilayah Kecamatan Pantee Ceureumen, Aceh Barat.
Program ini dirancang khusus sebagai jembatan untuk menyampaikan langsung hasil mubahatsah (kajian/diskusi keagamaan) para ulama Aceh kepada seluruh lapisan masyarakat di gampong-gampong di Aceh Barat.
Ketua MUDAB, Abu Cek H. Muhammad Arifin Idris, menjelaskan bahwa pada peluncuran program perdana ini, seluruh khathib yang diutus akan menyampaikan materi dengan tema dan judul yang sama, yaitu tentang zakat.
“Kami memilih pembahasan zakat karena ini merupakan pembahasan penting yang dibutuhkan oleh masyarakat. Sebagai salah satu rukun Islam, penerapan dan pengamalannya di tengah masyarakat harus benar-benar berjalan sesuai dengan tuntunan syariat,” ujar Abu Cek Arifin dalam komentarnya.
MUDAB merupakan majelis mubahatsah rutin yang diadakan sebulan sekali oleh para ulama dan pimpinan Dayah Aceh Barat. Kegiatan ini dilaksanakan secara bergilir dari dayah ke dayah di berbagai wilayah kabupaten tersebut. Pemateri kajian MUDAB menghadirkan ulama-ulama kharismatik dari luar Aceh Barat, dengan didampingi oleh para ulama sepuh Aceh Barat.
Abu Cek Arifin menambahkan bahwa gerakan penyampaian hasil kajian melalui mimbar Jumat ini tidak akan berhenti di Pantee Ceureumen saja.
“Insya Allah, program ini akan menjadi agenda rutin satu bulan sekali. Setiap bulannya, kami akan hadir di kecamatan yang berbeda secara bergantian. Tujuannya agar seluruh hasil rumusan kajian MUDAB dari para ulama dapat tersampaikan secara merata, utuh, dan baik kepada masyarakat di seluruh pelosok gampong di Aceh Barat,” pungkasnya. []










