Redelong – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bener Meriah menggelar sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bener Meriah, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini diikuti lebih dari 100 siswa dan siswi kelas XII yang tampak antusias serta aktif mengikuti materi yang disampaikan oleh para narasumber.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda tentang demokrasi dan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan pemilu. Para siswa juga dibekali pengetahuan mengenai berbagai potensi pelanggaran pemilu yang perlu diwaspadai menjelang pesta demokrasi mendatang.
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Bener Meriah, Hermansyah Putra, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa Bawaslu berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas demokrasi di Kabupaten Bener Meriah. Salah satu upaya yang dilakukan ialah melalui sosialisasi demokrasi dan pengawasan pemilu kepada kalangan generasi muda.
“Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam mendukung program prioritas nasional bersama Bappenas, dengan mengacu pada Keputusan Ketua Bawaslu RI Nomor 91/PM.05/K1/05/2026 tentang Standar Pelaksanaan Kegiatan Pengawasan Partisipatif,” ujar Hermansyah.
Ia menjelaskan, sejumlah isu penting turut menjadi perhatian dalam sosialisasi tersebut, di antaranya politisasi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), praktik politik uang, serta penyebaran berita bohong atau hoaks. Menurutnya, berbagai persoalan tersebut perlu diantisipasi agar tidak merusak kualitas demokrasi dan integritas pemilu.
“Visi bersama kita adalah mewujudkan ekosistem pengawasan yang berfungsi dan bergerak untuk Pemilu 2029. Karena itu, partisipasi masyarakat, termasuk generasi muda, sangat penting dalam mencegah terjadinya pelanggaran pemilu,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Bener Meriah, Yusrin, M.Pd., berharap kegiatan tatap muka bersama siswa MAN 1 Bener Meriah tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi mampu memberikan pemahaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan demokrasi.
Ia menegaskan bahwa para siswa yang mengikuti kegiatan ini merupakan calon pemilih pemula yang diperkirakan akan menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali pada Pemilu 2029.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap para peserta dapat memahami dan mengamalkan pengetahuan kepemiluan yang diperoleh. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga ikut berperan aktif dalam mengawasi jalannya pemilu agar berlangsung secara jujur, adil, dan berintegritas,” harap Yusrin.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Bener Meriah berharap kesadaran demokrasi di kalangan pelajar semakin meningkat. Dengan bekal pengetahuan yang memadai, para pemilih pemula diharapkan mampu menjadi pemilih yang cerdas, kritis, serta turut mendorong terwujudnya Pemilu 2029 yang berkualitas.










