Lhokseumawe – Nama Nurmahlia tidak lagi asing bagi keluarga besar Pesantren Modern Al Zahrah. Santri kelas 3B KMI itu kembali menorehkan prestasi, kali ini meraih Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Inggris antar Pesantren se-Aceh 2026.
Juara tersebut diperoleh gadis kelahiran Malaysia, 1 Juli 2011 itu pada Rabu (21/10/2026), setelah mengikuti ajang lomba Milad ke-23 Dayah Madinatuddiniyah Jabal Nur yang beralamat di Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara.
Atas prestasi membanggakan itu, anak pertama dari lima bersaudara pasangan Rita Zahara dan Alfian Sulaiman tersebut berhak mendapatkan piala, sertifikat, dan sejumlah uang pembinaan dari penyelenggara.
Pada lomba itu, Nurmahlia membawakan pidato berjudul Stop Bullying, Start Caring. Ia berhasil menyisihkan belasan peserta lain dengan meraih nilai 94 poin.
Prestasi tersebut bukan datang tiba-tiba. Nurmahlia mengaku telah menekuni bahasa Inggris sejak kecil, bahkan sejak duduk di bangku sekolah dasar.
Ketertarikannya muncul karena bahasa Inggris dinilainya unik dan menarik.
“Pengucapannya kan berbeda dengan bahasa kita. Jadi membuat saya suka,” ungkapnya saat dijumpai media di halaman pesantren, Jumat (23/10/2026).
Dorongan lain datang dari rasa penasarannya untuk memahami makna lagu-lagu K-Pop serta dialog dalam film favoritnya seperti Harry Potter dan Cinderella Live Action.
Lebih dari itu, kemampuan berbahasa Inggris ia lihat sebagai jembatan untuk mewujudkan mimpinya melihat dunia.
“Motivasi belajar bahasa Inggris juga supaya bisa ke luar negeri seperti London, New York, Australia, Canada, intinya negara yang berbahasa Inggris,” sebutnya sambil senyum optimis.
Gadis yang bercita-cita menjadi hakim, pilot, juru debat, hingga penerjemah itu sebelumnya juga telah mengukir sejumlah prestasi, di antaranya Juara Harapan 3 Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) 2026 dan Juara Harapan 2 Cerdas Cermat tingkat kecamatan saat masih SD.
Atas pencapaian tersebut, Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Dr. Tgk. H. M. Fadhil Rahmi, Lc., M.Ag. menyampaikan apresiasi.
“Alhamdulillah, kami bersyukur dan bangga. Prestasi Nurmahlia ini menjadi bukti bahwa pembinaan bahasa di Al Zahrah berjalan baik. Semoga ini menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus berani tampil dan berprestasi,” ujarnya singkat.
Ia berharap capaian tersebut tidak membuat Nurmahlia cepat puas, melainkan menjadi langkah awal untuk prestasi yang lebih tinggi di tingkat provinsi maupun nasional. Semoga! [RN]










