JANTHO — Anggota DPRA Fraksi PAN, Dr. Irpannusir, S.Ag., SE., M.I.Kom, menjadi pemateri “Politik Kebangsaan” dalam rangkaian Baitul Arqam Madya (BAM) Pemuda Muhammadiyah Aceh Tahun 2026.
Kegiatan BAM yang dirangkaikan dengan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) PWPM Aceh ini mengusung tema “Bertumbuh dan Mengakar menuju Aceh Maju dan Bermartabat” dan digelar di Gedung Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Aceh, Niron, Kecamatan Suka Makmur, Aceh Besar, Sabtu (24/10/2026).
Di hadapan peserta BAM yang berasal dari Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) se-Aceh, Dr. Irpannusir menekankan pentingnya kader Pemuda Muhammadiyah memahami politik kebangsaan sebagai fondasi dalam berorganisasi dan berbangsa.
Menurutnya, politik kebangsaan bukan sekadar soal kekuasaan, tetapi soal bagaimana menjaga persatuan, mengawal demokrasi yang sehat, serta memastikan kebijakan publik benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat.
“Pemuda Muhammadiyah harus hadir sebagai kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara ideologi kebangsaan. Politik yang kita perjuangkan harus politik yang bermartabat, yang mengakar pada nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, dan semangat keislaman yang rahmatan lil alamin,” ujar Dr. Irpannusir.
Ia juga mengajak peserta BAM untuk tidak apatis terhadap politik. Kader muda, kata dia, harus mampu menjadi jembatan antara masyarakat dan negara, serta menjadi kontrol sosial yang kritis namun konstruktif dalam mengawal pembangunan Aceh.
“Jangan biarkan ruang politik hanya diisi oleh mereka yang tidak punya nilai. Pemuda Muhammadiyah harus berani masuk, berani menyampaikan gagasan, dan berani mengawal Aceh agar tetap maju, damai, dan bermartabat dalam bingkai NKRI,” tegasnya.
Materi yang disampaikan Irpannusir disambut antusias oleh peserta. Diskusi berlangsung interaktif, mulai dari persoalan politik lokal Aceh, peran anak muda dalam pemilu, hingga tantangan menjaga keistimewaan Aceh dalam konteks kebangsaan.
Ketua PWPM Aceh, Zul Hafiyan, berharap materi politik kebangsaan ini dapat memperkuat karakter kader BAM.
“BAM ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan kaderisasi. Kami berharap dapat melahirkan kader yang bertumbuh dan mengakar kuat untuk Aceh yang maju dan bermartabat,” ujar Zul Hafiyan.










