BLANGPIDIE — Suasana haru dan antusias menyelimuti Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng, saat peringatan Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan 2026 dalam rangka HUT Ke-27 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Rabu (4/11/2026).
Di hadapan ratusan nelayan dan ibu-ibu pesisir, Bupati Aceh Barat Daya Dr. Safaruddin, S.Sos MSP menyampaikan dua harapan besar masyarakat nelayan Lhok Pawoh langsung kepada perwakilan Menteri Kelautan dan Perikanan.
Bupati Safaruddin mengatakan, saat ini fasilitas di KNMP Lhok Pawoh sudah tersedia lengkap, mulai dari tempat pengering hingga perbengkelan. Namun, masih ada dua kebutuhan mendesak yang belum terpenuhi.
“Tempat pengering ada, perbengkelan sudah tersedia, semuanya sudah tersedia. Namun kami masih memerlukan pengerukan kolam labuh. Hampir setiap bulan Panglima Laot telepon dinas, telepon saya langsung, untuk membantu pendaratan ikan nelayan karena dangkalnya kolam labuh di sini,” ujar Safaruddin.
Menurutnya, prasarana yang sudah cukup megah dan mewah itu belum sempurna dirasakan manfaatnya jika kolam labuh tidak dikeruk. Ia berharap Direktorat terkait di KKP dapat membantu.
Harapan kedua adalah pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).
“Kita tahu BBM subsidi jenis solar semakin terbatas. Ini dikhawatirkan bertabrakan dengan rekomendasi yang dikeluarkan pemerintah daerah kepada SPBU di tiga titik di Aceh Barat Daya,” katanya.
Dr. Safaruddin mengaku sudah menyampaikan langsung hal ini kepada Menteri KKP saat peresmian SPBN di Aceh Selatan beberapa waktu lalu.
“Satu-satunya yang menurut saya butuh SPBN sekarang itu adalah Kampung Nelayan Merah Putih Lhok Pawoh. Kalau tidak tahun ini, karena tinggal satu setengah bulan lagi, mudah-mudahan tahun depan bisa jadi prioritas Kementerian KKP,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati yang juga saat ini dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Kepala Daerah Kepulauan dan Pesisir ini menegaskan komitmennya membangun Abdya dari pesisir.
“Kenapa tidak saya bangun di kampung kelahiran saya dulu? Karena saya ingin menghadirkan rasa keadilan. Kita bangun daerah itu dari pesisir dulu, dari yang terjauh dari pusat pemerintahan, baru nanti dekat dengan kota,” ujarnya.
Ia menyebut saat ini pembangunan KNMP sedang berjalan di Ujung Tanah, Setia, dan Panjang Baru, Susoh. Tahun depan, ada lima kampung lagi yang diusulkan menjadi KNMP baru.
Bupati juga menyoroti potensi ikan Abdya yang luar biasa, namun pencatatannya masih di Labuhan Haji karena pendaratan ikan dilakukan oleh nelayan Abdya di sana. Untuk itu, ia merencanakan pembangunan Tempat Pendaratan Ikan (TPI) di Kuala, Padang Baru, Susu mulai tahun depan dengan APBK, dan berharap didukung APBN.
“Saya baru 1 tahun 8 bulan bekerja. Berikan kesempatan 5 tahun ini. Saya anak tukang jahit yang jadi Bupati, bukan anak Bupati yang jadi Bupati lagi. Insya Allah ini menginspirasi anak-anak nelayan biasa bahwa mereka juga bisa jadi Bupati yang tahu diri untuk membantu rakyat kecil,” kata Dr. Safaruddin disambut tepuk tangan warga.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melalui Direktur Sarana dan Prasarana Ditjen Perikanan Budidaya, Dr. Engga Sadtopo, menyampaikan bahwa seluruh bantuan KKP harus memberi manfaat nyata.
“Untuk kesejahteraan masyarakat pesisir, KKP menyalurkan berbagai bantuan mulai dari perlindungan nelayan, sarana usaha perikanan, hingga rehabilitasi ekosistem pesisir,” ujar Engga membacakan sambutan Menteri.
Ia menjelaskan, pengabdian tersebut merupakan bagian dari enam program prioritas nasional KKP, yaitu: 1) Kampung Nelayan Merah Putih, 2) Revitalisasi tambak budidaya Pantai Utara Jawa, 3) Budidaya udang terintegrasi, 4) Budidaya tematik, 5) Modernisasi kapal perikanan, dan 6) Swasembada garam nasional.
“Program prioritas ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tapi harus menjadi penggerak ekonomi pesisir yang menjamin keberlanjutan usaha melalui kualitas, kuantitas, dan ketepatan waktu pengiriman,” katanya.
Berdasarkan kajian, 100 lokasi KNMP yang beroperasi tahun 2026 terbukti meningkatkan pengiriman hasil perikanan ke luar daerah, meningkatkan pendapatan nelayan, dan mendorong tren Nilai Tukar Nelayan (NTN) nasional yang positif. Pengalaman 100 lokasi yang dilanjutkan dengan 1.269 lokasi di 2026 menjadi pembelajaran untuk penyiapan lebih dari 1.000 lokasi KNMP di tahun 2027.
Pada kesempatan itu, Menteri menitipkan empat pesan kepada jajaran KKP, pemerintah daerah, dan pengelola KNMP:
Pertama, pastikan bantuan tepat sasaran dan dimanfaatkan. Kedua, kelola dan rawat fasilitas secara profesional. Ketiga, tangani persoalan nelayan secara cepat dan tuntas. Keempat, jaga laut melalui praktik perikanan yang bertanggung jawab dan kelima pengawasan yang konsisten.
“Saya ingin KNMP menjadi tempat tumbuhnya usaha untuk masa depan yang lebih baik bagi keluarga nelayan,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan pembagian bantuan sembako untuk ibu-ibu dan bingkisan untuk anak-anak, serta foto bersama warga Lhok Pawoh yang menunjukkan KNMP benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kegiatan yang bertajuk Bulan Bakti KKP dan dilaksanakan di Lhok Pawoh itu dihadiri PLT Sekda Abdya Amrizal, unsur Forkopimkab para SKPK dan Para Camat, para Keuchik, tokoh masyarakat serta ribuan masyarakat sekitar.








