Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

UIN Ar-Raniry dan Flower Aceh Bahas Kekerasan Seksual dalam Diskusi Publik

Atjeh Watch by Atjeh Watch
24/01/2024
in Kampus
0
UIN Ar-Raniry dan Flower Aceh Bahas Kekerasan Seksual dalam Diskusi Publik

Banda Aceh — Kolaborasi antara Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwan dan Komunikasi (FDK), Prodi Ilmu Politik FISIP Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Yayasan Keadilan dan Perdamaian Indonesia (YKPI), dan Flower Aceh menyelenggarakan Diskusi Publik Orang Muda.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kinerja kolaborasi lembaga terkait dan memberikan edukasi mengenai isu-isu Kekerasan Seksual.

Diskusi tersebut dilaksanakan di Aula Fakultas Dakwah Dan Komunikasi UIN Ar-Raniry pada Selasa, (23/1/2024) dan dibuka secara resmi oleh Dekan FDK UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Kusmawati Hatta, MPd.

Dalam sambutannya, Prof Kusmawati Hatta turut menyoroti bahwa persoalan-persoalan Generasi Z, yang hidup di era kemajuan teknologi menjadi rentan terhadap pelaku kekerasan seksual yang memanfaatkan canggihnya teknologi untuk memanipulasi mereka. Hal ini menyebabkan rentannya korban dari kalangan anak-anak hingga remaja.

Kusmawati menekankan perlunya upaya perlindungan dan pencegahan secara praktis, komprehensif, dan kolaboratif melalui edukasi, sosialisasi, dan penyadaran terus-menerus terkait isu permasalahan sosial, termasuk kekerasan seksual yang dapat terjadi bahkan di lingkungan keluarga terdekat.

“Tujuan dari acara ini adalah memperkuat upaya-upaya pencegahan dan perlindungan bagi korban kekerasan seksual, dengan melibatkan instansi/lembaga pemerintah, perguruan tinggi, media massa, dan sektor swasta. Semua ini bertujuan mencapai konsep pembangunan berkelanjutan sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),” terang Kusmawati.

Senada hal tersebut, Direktur Flower, Riswati dalam sambutannya menyampaikan, bahwa meskipun Aceh menerapkan Syariah Islam, tetapi kasus Kekerasan Seksual tetap menjadi ancaman bagi kaum perempuan, dan tak terkecuali laki-laki.

Oleh karena itu, kata Riswati diperlukan kolaborasi lintas masyarakat dan lembaga untuk mencegah dan memastikan perlindungan terhadap korban kekerasan seksual.

Diskusi ini menghadirkan dua narasumber dan dua fasilitator, yakni Adinda Rihatul Athor SSos (Magang Lintas Keberagamanan), Rasiva Faradhita Z, SSos (Magang Lintas Keberagamanan), Dr T Lembong Misbah, MAg (Dosen Prodi Pengembangan Masyarakat Islam), dan Rizkika Lhena Darwin, MA (Dosen Prodi Ilmu Politik).

Dalam pemaparannya, Lembong Misbah menyampaikan bahwa sepanjang enam bulan terakhir, sudah tercatat 575 kasus terbaru kekerasan seksual secara nasional, dengan anak-anak hingga remaja sebagai korban paling banyak.

Sementara Adinda Rihatul menguatkan pendapat ini dengan menyoroti bahwa isu kekerasan seksual dapat meninggalkan trauma mendalam dan gangguan psikologis pada korban.

Oleh karena itu, sebagai generasi muda, kita diharapkan bukan hanya sebagai pelapor, melainkan juga sebagai pelopor dalam upaya pencegahan dan perlindungan terhadap isu kekerasan seksual. []

Previous Post

Syech Fadhil Ziarahi Makam Pengarang Kitab Lapan di Kruet Teumpeun

Next Post

Pertamina Foundation dan USK Luncurkan Program Desa Energi Berdikari di Pulo Aceh

Next Post
Pertamina Foundation dan USK Luncurkan Program Desa Energi Berdikari di Pulo Aceh

Pertamina Foundation dan USK Luncurkan Program Desa Energi Berdikari di Pulo Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Fraksi Demokrat DPR Aceh Minta Evaluasi Total Day Care Usai Kasus Kekerasan Anak ‎

Fraksi Demokrat DPR Aceh Minta Evaluasi Total Day Care Usai Kasus Kekerasan Anak ‎

28/04/2026
Kejari Aceh Besar Eksekusi Cambuk Tiga Terpidana Maisir

Kejari Aceh Besar Eksekusi Cambuk Tiga Terpidana Maisir

28/04/2026
DPRA Usul Pergub JKA Dicabut, Jubir Pemerintah Aceh: Kita Hormati

DPRA Usul Pergub JKA Dicabut, Jubir Pemerintah Aceh: Kita Hormati

28/04/2026
Bupati Al Farlaky Peusijuek Jamaah Haji 2026, Titip Doa untuk Daerah dan Kepemimpinannya

Bupati Al Farlaky Peusijuek Jamaah Haji 2026, Titip Doa untuk Daerah dan Kepemimpinannya

28/04/2026
Menteri Koperasi Resmikan SPBU Nelayan Berbasis Koperasi di Aceh Selatan

Menteri Koperasi Resmikan SPBU Nelayan Berbasis Koperasi di Aceh Selatan

28/04/2026

Terpopuler

Krak, ASDP Siapkan Wacana Rute Langsung Jakarta–Aceh

Krak, ASDP Siapkan Wacana Rute Langsung Jakarta–Aceh

25/04/2026

Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

Meriahkan HUT ke-24, Abdya Gelar Kejurprov Grasstrack & Motocross IMI Aceh Seri 2025

Pesantren Al Zahrah Bireuen Siap Jadi Tuan Rumah LP3 se-Aceh dan Sumut

Warga Pidie Gugat Pergub JKA ke MA: 692 Ribu Orang Terancam Kehilangan Layanan Gratis

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com