Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

14 Band Metal Jogja Konser di Depan Istana, Resah Demokrasi Era Jokowi

Admin1 by Admin1
04/02/2024
in Nasional
0
14 Band Metal Jogja Konser di Depan Istana, Resah Demokrasi Era Jokowi

Brutush, salah satu penampil 'High Voltage - Save Our Democracy' menghibur penonton di pelataran Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 kritik demokrasi era Jokowi. (CNN Indonesia/Tunggul Damarjati)

Jakarta – Sebanyak 14 band tampil di acara konser ‘High Voltage – Save Our Democracy’ yang digelar di pelataran Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 atau depan Istana Kepresidenan Yogyakarta alias Gedung Agung, Sabtu (3/2) malam.

Belasan grup band beraliran heavy, black hingga death metal serta hardcore menggetarkan panggung acara yang diselenggarakan untuk menyuarakan keresahan para musisi ‘underground’ atas kondisi perpolitikan jelang Pilpres 2024.

Horush, LVPJR, RottenPig, Murder27, Bruthus, dan Abnormalrisk adalah sebagian dari deretan penampil pada malam hari ini. Alunan distorsi dan dentuman drum berpadu, membangkitkan mood para mosh head untuk saling sikut di tengah mosh pit.

Nana Yushendra, koordinator acara menjelaskan jika konser ini mulanya bertujuan untuk lebih mempopulerkan musik beraliran keras ke berbagai lapisan masyarakat.

Namun, seiring berjalannya waktu para musisi merasa perlu mengekspresikan kekhawatirannya akan kondisi demokrasi di Indonesia yang mereka anggap kian mengalami kemunduran jelang Pemilu 2024.

“Kaitannya dengan musik, anak-anak metal ini kan bebas berekspresi, menentukan pilihan. Terkait dengan suasana demokrasi di negara kita, mereka juga merasakan,” kata Nana.

Bagi mereka, langkah Mahkamah Konsitusi (MK) yang memutuskan uji materi batas minimal usia capres dan cawapres menjadi pemantik untuk menentang politik dinasti yang merusak dan mematikan demokrasi di Indonesia.

Belum selesai satu urusan, klaim Nana, para Metalhead atau penyuka musik metal tambah gerah dengan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal presiden atau pejabat pemerintahan yang boleh berkampanye dan memihak.

“Kami bukan partisan. Metalhead juga resah, apakah iya pemilu ini akan adil, jujur, menghasilkan keputusan-keputusan yang memang berpihak pada rakyat,” sambungnya.

Para metalhead, klaim Nana, merasa lebih cocok menggelorakan aspirasi mereka dari atas panggung lewat aksi cadas ketimbang turun ke jalan.

Kata Nana, konser metal-metalan macam ini sebenarnya sudah beberapa kali digelar dengan maksud merespons beragam isu yang tengah jadi atensi publik, misalnya agresi Israel ke Palestina.

Konser ‘High Voltage – Save Our Democracy’ sudah direncanakan sejak tiga pekan lalu. Menurut Nana, waktu pelaksanaan yang berbarengan dengan momen munculnya gelombang kritik oleh para civitas academica terhadap pemerintahan Jokowi jelang Pilpres 2024.

Nana berharap, raungan-raungan para metalhead yang mewakili masyarakat ini bisa sampai ke telinga pemerintahan Jokowi dengan diselenggarakannya konser tepat di depan Gedung Agung ini.

“Semoga pemerintah mendengar jeritan hati kami, jaga demokrasi dengan baik. Ya semoga aja Pak Jokowi mendengar,” pungkas Nana.

Olga (24), mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta mengaku sulit menangkap lirik dalam scream dan growl para vokalis band-band metal di atas panggung. Akan tetapi kerasnya hentakan musik sudah cukup membuatnya emosional.

“Ya musiknya pas aja buat moshing ngeluapin emosi sama mereka-mereka yang bikin demokrasi tambah bobrok,” kata Olga.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Aspal Jembatan Krueng Buekah Berlobang, Warga Khawatir Terjadi Laka

Next Post

Kejati DKI Kembalikan Berkas Kasus Pemerasan Firli Bahuri ke Polisi

Next Post
KPK Ingatkan Kepala Daerah Tak Tergoda Buat Korupsi

Kejati DKI Kembalikan Berkas Kasus Pemerasan Firli Bahuri ke Polisi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ohku, Ada Tumpahan CPO di Gunung Geurutee Bahayakan Pengemudi

Ohku, Ada Tumpahan CPO di Gunung Geurutee Bahayakan Pengemudi

26/04/2026
1.000 Paket Digelontorkan, PMI Pidie Jaya Sasar Warga Huntara Terdampak Banjir

1.000 Paket Digelontorkan, PMI Pidie Jaya Sasar Warga Huntara Terdampak Banjir

26/04/2026
Kualifikasi Pra PORA Cabor Balap Motor, Abdya dan 11 Kabupaten/Kota Lolos ke PORA XV Aceh Jaya

Kualifikasi Pra PORA Cabor Balap Motor, Abdya dan 11 Kabupaten/Kota Lolos ke PORA XV Aceh Jaya

26/04/2026
Satpol PP dan WH Aceh Besar Amankan Lima Sapi Berkeliaran di Ingin Jaya

Satpol PP dan WH Aceh Besar Amankan Lima Sapi Berkeliaran di Ingin Jaya

26/04/2026
Irwansyah Bantu Warga Aceh Jaya Korban KDRT di Banda Aceh

Irwansyah Bantu Warga Aceh Jaya Korban KDRT di Banda Aceh

26/04/2026

Terpopuler

Pecahkan Sejarah! Abdya Raih 2 Rekor MURI Sekaligus: Bakar Lemang dan Sajian Tapai Terbanyak

Pecahkan Sejarah! Abdya Raih 2 Rekor MURI Sekaligus: Bakar Lemang dan Sajian Tapai Terbanyak

25/04/2026

Krak, ASDP Siapkan Wacana Rute Langsung Jakarta–Aceh

Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

Jawa Tengah dan Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp1,06 Triliun

MUQ Aceh Selatan Kembali Juara Umum SOB ke – XIII 2026 se-Barat Selatan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com