Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Sosok

Made In Made Kenalkan Aceh Lewat Musik Reggae

Admin1 by Admin1
16/02/2020
in Sosok
0

DUNIA Reggae Asia sudah mengenal Made In Made, kelompok musik Reggae asal Aceh. Mungkin juga–Made In Made tidak sepopuler group musik Aceh lainnya seperti Kande yang kental dengan etnik, namun kiprah dan tujuan sebuah Reggae yang dikemas Made In Made punya substansial spesifik, perkenalkan Aceh pada dunia dengan musik Reggae, muatannya tentang Perdamaian, Cinta Lingkungan, dan Anti Narkoba, termasuk Ganja.

“Kami suarakan pesan Rakyat Aceh untuk dunia, kalau banyak yang menyebut Aceh identik Ganja, maka kami suarakan Aceh anti narkoba dan mencintai alamnya,” kata Ramadhan Moeslem Arasuli–si kurus yang unik “Made”, penggagas Group Reggae Made In Made di Banda Aceh, Sabtu 15 Februari 2020.

Memang, tidak mudah bagi Made In Made untuk menembus komunitas Reggae dunia, apalagi Made In Made bermusik dengan banyak keterbatasan, termasuk fasilitas. Namun anak-anak muda didalamnya cukup militan, sehingga

even Reggae kerap menyertakan mereka, bahkan Group musik Reggae Malaysia Rasta Sindikate mempercayakan 1 lagu karya mereka—Ganjaran Alam—dinyanyikan oleh Made In Made.

“Kami jumpa teman-teman Rasta Sindakate di Even International Reggae Music XIII di Thailan, lalu kami sering manggung bersama di Malaysia,” jelas Made.

Made akui keterbatasan mereka yang membuat terbatas pula daya jelajah untuk berkeliling memperkenalkan Aceh pada dunia lewat Reggae, namun kini Made justru ingin mendatangkan banyak artis Reggae dunia ke Aceh, agar Aceh cepat tersosialisasi sebagai daerah Aman, damai, dan Indah.

Alasan Made cukup kuat, efek konser di luar negeri membuat keberadaan mereka di Banda Aceh menjadi sumber informasi tamu yang datang, bahkan berkali-kali Made In Made menjamu “tamu’ asing itu dengan musik Reggae di Coffee, dan beberapa kali sempat juga ditemani pihak Disbudpar Kota Banda Aceh.

“Mereka dapatkan informasi kami dari teman-teman kami di luar negeri,” ujar “pria Single ini. “Kita juga berharap hal-hal begini pemerintah bisa merespon,” lanjutnya.

Kini Made In Made akan meluncurkan lagu terbaru mereka berjudul “Pesan Aceh untuk Dunia” (Message From Aceh People For The World). Lagu khusus ini di Aransemen gitaris Aceh Dedi Metazone pada tahun 2007, dan akan dirilis Bulan Februari 2020 ini.

“Ini lagu pertama saya, dan diaransemen oleh Guru saya Bang Dedy Metazone,” ujarnya.

Sebelumnya Made In Made sudah menggarap lagu Reggae dan yang sudah tayang di youtube berjudul Sound of Nanggroe, Kupi Reggae, Ganjaran Alam, dan lain-lain.

Sebuah lagu khusus masih dalam proses penyelesaian yang dipersembahkan Made In Made untuk klub bola Persiraja.

Made In Made merupakan komunitas musik Reggae Modern dan Tradisional yang digagas Ramadhan Moeslem Arasuli atau biasa disapa Made di Banda Aceh 6 Juli 2008. Komunitas ini populer dengan sebutan (Melayu Aceh and Reggae). Even pertama yang mereka ikuti adalah Festival alam dan Budaya Aceh 3 (FABA 3) Fauna Flora International dan mendapat peserta dengan karya terbaik. Hari Festival inilah kemudian yang menjadi hari lahir Made In Made.[joe]

Previous Post

Wali Kota Sambut Baik Pembangunan Gedung BAS di Banda Aceh

Next Post

Aminullah Berterimakasih Warga Tak Rayakan Valentine Day

Next Post

Aminullah Berterimakasih Warga Tak Rayakan Valentine Day

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Prodi KPI UIN Madura dan STAIN Meulaboh Sorot Komunikasi Publik Pemerintah Melalui Webinar Kolaborasi

Prodi KPI UIN Madura dan STAIN Meulaboh Sorot Komunikasi Publik Pemerintah Melalui Webinar Kolaborasi

26/06/2026
Kejari Banda Aceh Tahan Dua Tersangka Pelanggaran Syariat Islam

Kejari Banda Aceh Tahan Dua Tersangka Pelanggaran Syariat Islam

26/06/2026
Tertibkan Aktivitas Tambang, Pemkab Aceh Jaya Ajukan Penetapan WPR ke Pemerintah Aceh

Tertibkan Aktivitas Tambang, Pemkab Aceh Jaya Ajukan Penetapan WPR ke Pemerintah Aceh

26/06/2026
Aceh Tengah Kembali Terima Alkes Bantuan Kemenkes Untuk Daerah Terdampak Bencana

Aceh Tengah Kembali Terima Alkes Bantuan Kemenkes Untuk Daerah Terdampak Bencana

26/06/2026
PP KAMMI Tegaskan Muhammad Amri Akbar Telah Resmi Dipecat

PP KAMMI Tegaskan Muhammad Amri Akbar Telah Resmi Dipecat

26/06/2026

Terpopuler

Made In Made Kenalkan Aceh Lewat Musik Reggae

16/02/2020

Kuah Pliek U dan Tawa: Saat Keluarga Besar Al Zahrah Pupuk Silaturrahmi

Dugaan Mark Up Arena MTQ Aceh Mengemuka, Aktivis Mahasiswa Minta APH Telusuri Aliran Anggaran

34 Tim akan Meriahkan Lomba Masak Bubur Asyura dan Teut Apam di Aceh Besar

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com