MEULABOH – Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM, secara resmi melepas keberangkatan jamaah calon haji kloter ketiga dari Aula Jeddah, Asrama Haji Embarkasi Aceh, Banda Aceh, pada Kamis, 7 Mei 2026.
Acara pelepasan ini menjadi momen penting yang menandai dimulainya perjalanan spiritual bagi para calon tamu Allah dari Aceh Barat. Suasana haru dan penuh doa menyelimuti aula, di mana keluarga dan kerabat turut hadir mengantar kepergian para jamaah yang akan menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.
Dalam sambutannya, Bupati Tarmizi mengungkapkan rasa syukur atas kesiapan menyeluruh para jamaah. Beliau menegaskan bahwa berdasarkan laporan yang telah disampaikan kepadanya, seluruh jamaah calon haji telah siap dari berbagai segi, termasuk kondisi kesehatan yang prima. Persiapan yang matang ini menjadi fundamental agar para calon haji dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan khusyuk dan lancar, tanpa terkendala masalah fisik maupun teknis selama di perjalanan dan saat beribadah di Mekkah dan Madinah.
Tarmizi tak lupa memanjatkan doa terbaik bagi kelancaran dan keberkahan ibadah para jamaah.
“Kita doakan saja semoga semua jamaah ini diberi kesehatan dan mereka bisa menjadi haji yang mabrur, menjalankan ibadah haji dalam keadaan sehat semuanya dan selamat sampai kembali ke daerah,” ujar Tarmizi dengan suara penuh harap.
Doa ini mencerminkan harapan besar agar setiap langkah ibadah yang dilakukan mendapat ridha Allah SWT, menjadikan haji mereka diterima, dan membawa keberkahan yang berlimpah bagi diri mereka serta keluarga di tanah air.
Lebih lanjut, Bupati Tarmizi juga memberikan beberapa pesan krusial terkait menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci. Mengingat cuaca di Arab Saudi yang cenderung sangat panas, beliau menekankan pentingnya menjaga pola makan yang teratur, mengkonsumsi vitamin, serta memastikan asupan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi.
“Jangan lupa menjaga kesehatan dengan menjaga makanan serta mengkonsumsi vitamin karena cuaca di sana sangat panas,” pesannya, mengingatkan akan pentingnya adaptasi fisik dan langkah-langkah preventif untuk menghadapi kondisi iklim yang berbeda.
Sebagai penutup, Tarmizi berpesan agar seluruh jamaah senantiasa menjaga komunikasi dan koordinasi dengan petugas pendamping. Beliau juga mengingatkan untuk tidak memaksakan diri dalam beraktivitas di luar jadwal yang telah ditentukan.
“Dan juga jangan jauh dari petugas, selalu berkoordinasi dan jangan terlalu memaksa diri untuk beraktivitas di luar jadwal yang sudah ditentukan, karena itu bisa menguras energi dan nantinya bisa sakit sehingga gagal menjalankan ibadah haji,” pungkasnya.
Pesan bijak ini bertujuan untuk memastikan keselamatan dan kelancaran ibadah haji, sehingga setiap jamaah dapat kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur dan sehat wal afiat.











