Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

JICT Bangun Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi di Wilayah Terdampak Banjir Aceh

redaksi by redaksi
09/05/2026
in Lintas Timur
0
JICT Bangun Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi di Wilayah Terdampak Banjir Aceh

Program penyediaan fasilitas air minum dari Jakarta International Container Terminal (JICT) bagi korban terdampak bencana banjir di Aceh dan Sumatera Utara. ANTARA/istimewa

Jakarta – PT Jakarta International Container Terminal (JICT) membangun fasilitas air bersih dan sanitasi di sejumlah wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh dan Sumatera Utara sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan masyarakat pascabencana.

“Fokus kami adalah memastikan masyarakat dapat kembali mengakses kebutuhan dasar seperti air bersih dan sanitasi, yang menjadi fondasi utama pemulihan kesehatan dan aktivitas sehari-hari pascabencana,” ujar Direktur Administrasi JICT Henry Naldi dalam keterangan yang diterima, Sabtu.

Program ini menjangkau desa-desa di wilayah terpencil Tapanuli Selatan, Gayo Lues dan Aceh Timur. Fasilitas yang dibangun meliputi MCK, sumur bor/sumur cincin, dan sistem pipanisasi air bersih di beberapa titik terdampak.

Direksi JICT turun langsung ke lapangan selama lima hari untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran di wilayah dengan akses terbatas. Dalam kegiatan ini, Henry Naldi bersama Direktur Human Resources Sandhy Wijaya turut hadir langsung meninjau lokasi, menempuh perjalanan darat dan udara, termasuk menggunakan pesawat perintis untuk menjangkau daerah terpencil.

Kehadiran langsung jajaran direksi ini juga menjadi bagian dari upaya JICT untuk memahami secara langsung kondisi masyarakat terdampak, sekaligus memastikan bahwa program bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.

Program bantuan difokuskan pada penyediaan infrastruktur dasar yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat seperti pembangunan fasilitas MCK dan sarana pendukung tempat ibadah sebagai pusat aktivitas sosial masyarakat di Garoga, Tapanuli Selatan.

Selain itu pembangunan sumur bor, sumur cincin, dan jaringan pipanisasi juga dilakukan di Blangkejeren serta Penomon, Gayo Lues untuk memastikan ketersediaan air bersih berkelanjutan.

Sementara di Aceh Timur, JICT fokus pada pembangunan fasilitas MCK guna mendukung sanitasi dan kesehatan lingkungan warga.

Sejumlah lokasi yang dijangkau merupakan daerah dengan akses terbatas pascabencana, di mana distribusi bantuan menghadapi kendala infrastruktur dan geografis.

Kehadiran langsung JICT di lapangan menjadi bagian dari upaya memastikan efektivitas bantuan sekaligus memverifikasi kebutuhan riil masyarakat terdampak.

Program ini terlaksana melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PMI pusat dan daerah , pemerintah daerah di tingkat kabupaten, serta dukungan jaringan relawan di wilayah terdampak.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mempercepat proses pemulihan dan memastikan keberlanjutan pemanfaatan fasilitas yang dibangun.

Sebagai operator terminal peti kemas yang menjadi bagian dari rantai logistik nasional, JICT menilai keterlibatan dalam pemulihan wilayah terdampak bencana merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendukung ketahanan masyarakat.

“Pemulihan wilayah terdampak bencana tidak hanya membutuhkan bantuan jangka pendek, tetapi juga dukungan infrastruktur dasar yang dapat digunakan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” ujar Henry.

JICT menyatakan akan terus mendorong program bantuan sosial yang berorientasi pada dampak jangka panjang, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses terhadap layanan dasar.

Sumber: antara

Previous Post

Haili Yoga Lepas 235 Jamaah Haji Aceh Tengah di Masjid Agung Ruhama Takengon

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

JICT Bangun Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi di Wilayah Terdampak Banjir Aceh

JICT Bangun Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi di Wilayah Terdampak Banjir Aceh

09/05/2026
Haili Yoga Lepas 235 Jamaah Haji Aceh Tengah di Masjid Agung Ruhama Takengon

Haili Yoga Lepas 235 Jamaah Haji Aceh Tengah di Masjid Agung Ruhama Takengon

09/05/2026
Perkuat Diplomasi, Syekh Fadhil Sambangi Dua Pesantren Unggul di Aceh Besar

Perkuat Diplomasi, Syekh Fadhil Sambangi Dua Pesantren Unggul di Aceh Besar

09/05/2026
Bupati Serang Serahkan Bantuan untuk Korban Bencana Hidrometeorologi di Tamiang

Bupati Serang Serahkan Bantuan untuk Korban Bencana Hidrometeorologi di Tamiang

09/05/2026
Sekolah Garuda Buka Jalan Siswa Aceh Tembus Kampus Top Dunia

Sekolah Garuda Buka Jalan Siswa Aceh Tembus Kampus Top Dunia

09/05/2026

Terpopuler

JKA; Diluncurkan Masa Irwandi, Ditiru Nasional, Serta ‘Dipangkas’ Era Mualem

Cara Safar dan Tarmizi ‘Mendidik’ Mualem Pimpin Aceh

08/05/2026

DPMG Aceh Tetapkan Peserta Lolos 6 Besar Lomba Teknologi Tepat Guna 2026

Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

Darwati A. Gani Soroti Pemotongan Dana Desa Saat Bertemu BPKP Aceh

Krak, Pasangan Asal Aceh Tempuh Perjalanan Darat dari Indonesia hingga Mekkah

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com