Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Ahli Wanti-wanti 2 Megathrust Ancam Jakarta, Bisa Setara Gempa Aceh

redaksi by redaksi
16/08/2024
in Nasional
0
Ahli Wanti-wanti 2 Megathrust Ancam Jakarta, Bisa Setara Gempa Aceh

Ilustrasi. Pakar mengungkap dua megathrust yang mengancam Jakarta. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Jakarta – Dua megathrust terdeteksi mengapit wilayah DKI Jakarta dengan salah satunya bisa pecah kapan saja hingga memicu tsunami.

Hal tersebut disampaikan oleh mantan Ketua Ikatan Alumni Akademi Meteorologi dan Geofisika (IKAMEGA) Subardjo dalam acara Sarasehan Nasional IKAMEGA pada 2018 silam.

“Berdasarkan segmentasi megathrust pada Peta Gempa Bumi Nasional pada tahun 2017, kita ketahui ada dua megathrust yang dekat dengan Jakarta, yang bisa mempengaruhi kerusakan bangunan atau infrastruktur yang ada di Jakarta,” kata Subardjo saat itu.

Kedua megathrust yang dekat Jakarta itu adalah Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Jawa Tengah bagian barat yang masing-masing memiliki potensi magnitudo 8,7.

Menurut Subardjo, sejumlah ilmuwan sudah memperhatikan dua megathrust ini sejak hampir 20 tahun yang lalu. Bahkan, peneliti dari Jepang telah mengadakan ekspedisi untuk menyusuri wilayah-wilayah tersebut, mulai dari Tanjung Priok sampai Teluk Benoa.

“Dan kita memasang jaringan seismograf bawah laut atau OBS (ocean-bottom seismometer, alat pengkur gempa bawah laut) yang dipasang di sekitar Selat Sunda sampai selatan Sukabumi, itu dalam rangka melihat aktivitas dua megathrust tersebut,” tuturnya.

Subardjo mengatakan aktivitas Megathrust Jabar-Jateng ini sudah cukup diketahui sejak tahun 2000, dari sejumlah peristiwa gempa, baik gempa Pangandaran, Tasik, dan Lebak.

“Namun demikian, yang jadi kekhawatiran bagi para ilmuwan adalah Megathrust Selat Sunda. Kenapa? Karena megathrust Selat Sunda sepanjang kurang lebih 350-550 kilometer sampai sekarang ada kekosongan gempa atau seismic gap,” ujar dia.

Seismic gap merupakan zona sumber gempa potensial namun belum mengalami gempa besar dalam masa puluhan hingga ratusan tahun terakhir.

Megathrust Selat Sunda punya panjang 280 km, lebar 200 km, dan pergeseran (slip rate) 4 cm per tahun, dan tercatat pernah ‘pecah’ pada 1699 dan 1780 dengan Magnitudo 8,5.

“Jika terjadi, Megathrust Selat Sunda itu berpotensi gempa dengan 8,7 SR, setara dengan 9.0 Magnitude Moment atau MW. Itu setara dengan gempa di Aceh (Desember 2004), sehingga akan menimbulkan tsunami,” kata Subardjo.

“Tapi yang menjadi kekhawatiran bagi kita adalah bukan tsunaminya, tapi getarannya atau goncangannya, mengingat jarak antara Megathrust Selat Sunda dengan Jakarta itu sekitar 200-250 km, di bawah tanah Jakarta itu adalah tanah endapan atau aluvial yang bisa menimbulkan amplifikasi atau pun besaran-besaran amplitudo,” lanjut dia.

Sri Widiyantoro, ahli Seismolog dari Institut Teknologi Bandung (ITB), juga mengkhawatirkan gempa akibat ‘pecahnya’ Megathrust Jawa Tengah bagian barat dan berdampak ke Jakarta.

“Jaraknya ke Jakarta memang tidak terlalu dekat, tapi tidak jauh juga jarak 200-300 km itu termasuk dekat, karena gempa Tohoko tahun 2011, itu Tokyo yang jaraknya 400 km dari pusat gempa mengalami goncangan yang sangat kuat,” papar Widiyantoro dalam acara yang sama.

Dwikorita Karnawati, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mengatakan prediksi dari para ahli itu sekadar peringatan agar semua pihak tetap mewaspadai potensi gempa besar. Menurutnya temuan para ahli itu bukan untuk menakut-nakuti warga.

Menurut dia persoalannya dari hasil studi tersebut adalah tidak ada kepastian kapan gempa besar imbas megathrust itu akan terjadi. Sebab, sampai saat ini, belum ada satupun pihak yang dapat memprediksi kapan gempa bakal terjadi.

“Persoalannya adalah, kepastian kapan gempa itu terjadi, kemudian berapa kekuatannya, apakah 8,7 atau apakah hanya 6 magnitudo, belum mencapai 8,7.”

“Yang kita masih bisa memastikan, yang pasti adalah akan terjadi, tapi kapan, berapa kekuatannya, apa impact-nya, itu kita masih belum bisa memastikan,” kata Dwikorita.

Menurutnya, hal ini bisa menjadi pijakan bagi pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk mengambil langkah mitigasi yang tepat terkait potensi gempa besar ini.

“Kami mohon, dari BPBD atau Pemprov DKI, mumpung belum terlanjur, dapat segera menetapkan kebijakan-kebijakan untuk mitigasinya.”

“Mulai dari mengaudit gedung-gedung yang ada di DKI ini, banyak gedung tinggi, tapi apakah konstruksinya sudah benar-benar bangunan yang di daerah rentan gempa,” jelasnya.

BMKG belakangan juga mengingatkan potensi gempa dari dua megathrust yang sudah lama tak melepaskan energi besarnya, yakni Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai-Siberut.

“Rilis gempa di kedua segmen megathrust ini boleh dikata ‘tinggal menunggu waktu’ karena kedua wilayah tersebut sudah ratusan tahun belum terjadi gempa besar,” kata Daryono, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG.

Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017, kedua segmen megathrust itu terakhir kali gempa lebih dari dua abad silam.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Anak Thaksin Paetongtarn Shinawatra Resmi Jadi PM Thailand

Next Post

Jelang HUT RI ke-79 Pemkab Abdya Ziarahi Makam Pahlawan Teungku Peukan

Next Post
Jelang HUT RI ke-79 Pemkab Abdya Ziarahi Makam Pahlawan Teungku Peukan

Jelang HUT RI ke-79 Pemkab Abdya Ziarahi Makam Pahlawan Teungku Peukan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

1.000 Paket Pangan Subsidi Dibagikan untuk Warga Banda Aceh

1.000 Paket Pangan Subsidi Dibagikan untuk Warga Banda Aceh

11/04/2026
Tim BRIN Kunjungi DKP Perkuat Kolaborasi Riset Kelautan dan Perikanan

Tim BRIN Kunjungi DKP Perkuat Kolaborasi Riset Kelautan dan Perikanan

11/04/2026
Penyintas Bencana Aceh Timur Beralih Profesi Jadi Buruh Kayu

Pembersihan Lumpur Sisa Banjir di Aceh Dipastikan Terus Berjalan

11/04/2026
Mensos Salurkan Rp205 M Santunan Korban Bencana Tamiang

Mensos Salurkan Rp205 M Santunan Korban Bencana Tamiang

11/04/2026
Sekda Serahkan Penghargaan API Award 2025 Kepada Pengelola Arung Jeram Lukup Badak

Sekda Serahkan Penghargaan API Award 2025 Kepada Pengelola Arung Jeram Lukup Badak

11/04/2026

Terpopuler

Dua Terpidana TPPU Masuk DPO Kejari Banda Aceh

Dua Terpidana TPPU Masuk DPO Kejari Banda Aceh

09/04/2026

20 Santri Al Zahrah Beunyot Dinyatakan Lulus SPAN PTKIN 2026

Mualem Kantongi Dua Nama Calon Pengganti Abang Samalanga

Ohku, Wabup Pijay Didesak Nonaktif Sementara Demi Prinsip Equality Before The Law

Heri Ahmadi dan 4 Tokoh Lainnya Dicalonkan Jadi Kandidat Ketua DPC PKB Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com